
Jakarta, satukanindonesia.com – Spanyol tidak sekadar mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Kemenangan 1-0 atas Argentina pada partai final di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, juga mengukuhkan La Furia Roja sebagai pencipta sejarah lewat sederet rekor yang lahir di laga puncak tersebut.
Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi penentu gelar dunia kedua Spanyol sepanjang sejarah. Gol itu lahir setelah Nico Williams memenangi duel udara menyambut umpan Pedro Porro, sebelum Torres menyambar bola dengan sepakan keras yang tak mampu dijangkau Emiliano Martinez.
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena Spanyol menorehkan catatan pertahanan yang nyaris sempurna. Tim besutan Luis de la Fuente menutup turnamen dengan hanya sekali kebobolan, sebuah rekor baru bagi tim juara Piala Dunia.
Nama De la Fuente sendiri ikut masuk dalam buku sejarah. Pelatih berusia 65 tahun 28 hari itu resmi menjadi pelatih tertua yang sukses membawa negaranya menjadi juara dunia. Ia melampaui rekor yang sebelumnya dipegang kompatriotnya, Vicente del Bosque, ketika mengantar Spanyol menjadi kampiun pada edisi 2010.
Generasi muda Spanyol pun menunjukkan bahwa mereka siap menjadi wajah baru sepak bola dunia. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, yang sama-sama baru berusia 19 tahun, tercatat sebagai remaja keempat dan kelima yang tampil di final Piala Dunia. Keduanya mengikuti jejak para legenda seperti Pelé, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappe, yang sama-sama mengakhiri final dengan medali juara di leher.
Di kubu Argentina, kekalahan memang menggagalkan upaya mempertahankan gelar. Namun, Lionel Messi tetap menorehkan pencapaian pribadi yang sulit ditandingi.
Kapten Albiceleste itu menjadi pemain lapangan tertua yang pernah tampil di final Piala Dunia. Pada usia 39 tahun 25 hari, Messi mematahkan rekor Gunnar Gren yang bertahan sejak final edisi 1958.
Tak berhenti di situ, Messi juga kini sejajar dengan legenda Brasil, Cafu, sebagai pemain yang pernah tampil dalam tiga final Piala Dunia. Sebelumnya ia bermain di partai puncak pada 2014 dan meraih gelar juara pada 2022, sebelum kembali membawa Argentina melaju hingga final pada edisi 2026.
Final Piala Dunia 2026 akhirnya bukan hanya dikenang karena duel dua raksasa sepak bola dunia. Pertemuan antara juara Eropa dan juara Amerika Selatan itu menjadi panggung lahirnya berbagai catatan bersejarah, mulai dari rekor kolektif Spanyol hingga pencapaian individu para bintang yang menghiasi laga penutup turnamen terbesar di dunia tersebut.
Berikut sejumlah rekor yang tercipta bagi Argentina dan Spanyol usai laga final Piala Dunia 2026 dikutip dari laman resmi FIFA:
- Spanyol telah mencetak rekor dengan memenangkan trofi Piala Dunia hanya dengan kebobolan satu gol.
- Lamine Yamal dan Pau Cubarsi dari Spanyol, keduanya berusia 19 tahun, adalah remaja keempat dan kelima yang bermain di final Piala Dunia. Seperti Pelé dariBrasil (berusia 17 tahun pada tahun 1958), Giuseppe Bergommi dari Italia (18 tahun pada tahun 1982) dan Kylian Mbappe dari Prancis (19 tahun pada tahun 2018), mereka semua berakhir di pihak yang menang.
- Pada usia 65 tahun dan 28 hari, Luis de la Fuente telah menjadi pelatih tertua yang memenangkan Piala Dunia, melampaui rekor rekan senegaranya Vicente del Bosque yang berusia 59 tahun dan 220 hari ketika memenangkan gelar dunia pertama Spanyol.
- Pada usia 39 tahun dan 25 hari, Lionel Messi menjadi pemain lapangan tertua yang tampil di final Piala Dunia, memecahkan rekor Gunnar Gren dari Swedia, yang menghadapi Brasil pada tahun 1958 pada usia 37 tahun dan 241 hari.
- Messi kini juga menjadi pemain kedua yang tampil di tiga final Piala Dunia, yaitu pada tahun 2014, 2022, dan 2026, setelah Cafu dari Brasil yang bermain di final tahun 1994, 1998, dan 2002. (***)










