
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 Sabil Rachman turut bersuara terkait wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.
Menurutnya, hal tersebut adalah sesuatu yang tidak sehat bagi partai dan juga tidak memiliki tanggungjawab dalam memberikan support moral kepada seluruh kader Golkar yang sedang berjuang dan berikhtiar mewujudkan target kemenangan Golkar dalam kontestasi politik 2024.
“Oleh karena itulah, maka ide itu dapat dinilai pelanggaran etik dan moral kepartaian. Kecuali jika yang menyatakan itu dinilai tidak atau kurang waras secara organisatoris,” kata Sabil dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, sebagaimana dilansir BERITAKOSGORO57.ID, Selasa (11/7).
Namun demikian, Sabil menilai Ridwan Hisjam selaku Anggota Dewan Pakar Golkar masih waras dan memiliki moral kepartaian yang baik. Maka, menurutnya hanya ada dua pilihan yang bisa diambil yakni menghentikan wacana tersebut seraya menyatakan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan partai ditengah antusiasme pemenangan.
“Jika itu tidak dilakukan. Maka partai punya mekanisme yang berlaku bagi siapapun kader dan anggota partai termasuk tokoh senior pak Ridwam Hisyam. Ini penting dilakukan untuk tidak jadi preseden dimana semua anggota bisa bicara ” ngawur” tanpa alasan organisatoris,” tegasnya.
Olehnya, selaku Sekjen Kosgoro 1957, Sabil menegaskan sangat menyesalkan dan mengutuk pernyataan Ridwan Hisyam yang disampaikan usai rapat Dewan Pakar itu.
“Meskipun jangankan diputuskan, dibicarakan saja tidak. Tetapi dengan beraninya Ridwan Hisyam menyampaikan kepada publik. Oleh karena itulah maka saya melihat bahwa ada niat dan kecendrungan Rapat Dewan Pakar itu dijadikan instumen belaka atau bahkan ada kecendrungan merusak kredibilitas dan komitmen Dewan Pakar selama ini yang kita ikuti sangat proporsional dan konstruktif dan organisatoris minded dalam memberikan pandangan kepada DPP Golkar,” ungkapnya.
Dengan demikian, lanjutnya, masih ada ruang bagi Ridwan Hisjam untuk insaf secara sadar bahwa dia adalah bagian penting dari Partai dalam memenangkan pemilu 2024.
“Caranya mudah. Berhentilah bicara, apa lagi buat pernyataan yang bisa membingungkan publik dan tidak ada dasar yang kuat. Sebagai senior ia harus bisa lebih bijak untuk tidak asal bicara keluar dan sedikit memahami psikologi kader yang sedang berjuang,” pungkasnya.(***)










