• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

Oktober 28, 2020
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

Juni 8, 2026
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Juni 8, 2026
ADVERTISEMENT
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Juni 8, 2026
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Juni 8, 2026
Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Juni 8, 2026
BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

Juni 8, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Juni 7, 2026
Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Juni 7, 2026
Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Juni 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

[Ragam Info]

Oktober 28, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
478
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Komodo.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Evy Arida menyatakan gigitan komodo sangat berbahaya. Dia mengatakan liur komodo mengandung banyak jenis bakteri.

“Gigitan komodo berbahaya karena tidak hanya satu bakteri yang ada di situ ya, ada sekitar seribuan jenis bakteri,” ujar Evy.

Evy tak menjelaskan jenis bakteri yang ada di mulut komodo. Dia hanya menambahkan bahwa komodo juga memiliki bisa cukup berbahaya.

Seperti biawak, dia mengatakan komodo memiliki kelenjar bisa. Namun, dia berkata bisa itu tidak memiliki tingkat bahaya seperti bisa pada ular kobra atau mamba.

Lebih lanjut, Evy menuturkan gigitan komodo tidak langsung menyebabkan kematian. Mangsa komodo biasanya mati setelah beberapa hari hingga satu minggu setelah digigit.

“Itu matinya selain karena bisa, tapi juga bakteri yang memperburuk infeksi dan tidak mendapat pertolongan,” ujarnya.

Di sisi lain, Evy berkata komodo memburu mangsa dengan cara menggigit. Setelah itu, komodo meninggalkan mangsanya hingga mati.

“Setelah itu, dia akan kembali setelah mangsanya menjadi bangkai,” ujar Evy.

Evy menambahkan proses memakan mangsa juga tidak dilakukan secara sembarangan. Dia menyebut komodo yang memiliki ukuran paling besar dan jantan mendapat giliran pertama untuk memakan mangsanya, kemudian dilanjutkan komodo yang kecil.

“Jadi ada hierarki,” ujarnya.

Lebih dari itu, Evy membeberkan bahwa nenek moyang komodo berasal dari Australia. Hal itu berdasarkan penemuan fosil kadal raksasa di Australia, termasuk yang ditemukan di Pulau Timor.

“Tetapi populasi yang di Australia dan Timor punah. Entah kenapa punahnya, barangkali adalah akibat perubahan iklim yang membuatnya tidak cocok lagi,” ujar Evy.

Berdasarkan hasil penelitian itu, dia menegaskan komodo bukan bagian dari dinosaurus sebagaimana yang diketahui selama ini. (CNN/cs)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: KomodolipiRagam Info
ShareTweetSend

Related Posts

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Juni 19, 2021
Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Juni 19, 2021
5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

April 2, 2021

KNPI Riau Gelar Musyawarah Daerah ke XIV

April 1, 2021

Perbumma Adat Nusantara Percepat Konsolidasi Program Di Jawa Tengah

April 1, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?