• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

Oktober 28, 2020
Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang dan Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang dan Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

Agustus 15, 2026
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp24,3 Miliar ke Kemhan

KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp24,3 Miliar ke Kemhan

Agustus 15, 2026
ADVERTISEMENT
Soroti Distribusi BBM ke Pedalaman Papua, SOKSI Dorong Audit Menyeluruh

Soroti Distribusi BBM ke Pedalaman Papua, SOKSI Dorong Audit Menyeluruh

Agustus 15, 2026
Cegah Etnosida, Masyarakat Harus Bersatu Lawan Kekerasan Negara’

Cegah Etnosida, Masyarakat Harus Bersatu Lawan Kekerasan Negara’

Agustus 15, 2026
Uji Coba Rudal Nuklir China Dikecam AS dan Negara Pasifik

Uji Coba Rudal Nuklir China Dikecam AS dan Negara Pasifik

Agustus 15, 2026
Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Agustus 14, 2026
Dukung MBG, HKTI Kepri: Produk Petani Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Bergizi

Dukung MBG, HKTI Kepri: Produk Petani Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Bergizi

Agustus 14, 2026
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholis Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholis Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Agustus 14, 2026
Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Agustus 14, 2026
Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Terungkap, Inilah Penyebab Gigitan Komodo Mematikan

[Ragam Info]

Oktober 28, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
489
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Komodo.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Evy Arida menyatakan gigitan komodo sangat berbahaya. Dia mengatakan liur komodo mengandung banyak jenis bakteri.

“Gigitan komodo berbahaya karena tidak hanya satu bakteri yang ada di situ ya, ada sekitar seribuan jenis bakteri,” ujar Evy.

Evy tak menjelaskan jenis bakteri yang ada di mulut komodo. Dia hanya menambahkan bahwa komodo juga memiliki bisa cukup berbahaya.

Seperti biawak, dia mengatakan komodo memiliki kelenjar bisa. Namun, dia berkata bisa itu tidak memiliki tingkat bahaya seperti bisa pada ular kobra atau mamba.

Lebih lanjut, Evy menuturkan gigitan komodo tidak langsung menyebabkan kematian. Mangsa komodo biasanya mati setelah beberapa hari hingga satu minggu setelah digigit.

“Itu matinya selain karena bisa, tapi juga bakteri yang memperburuk infeksi dan tidak mendapat pertolongan,” ujarnya.

Di sisi lain, Evy berkata komodo memburu mangsa dengan cara menggigit. Setelah itu, komodo meninggalkan mangsanya hingga mati.

“Setelah itu, dia akan kembali setelah mangsanya menjadi bangkai,” ujar Evy.

Evy menambahkan proses memakan mangsa juga tidak dilakukan secara sembarangan. Dia menyebut komodo yang memiliki ukuran paling besar dan jantan mendapat giliran pertama untuk memakan mangsanya, kemudian dilanjutkan komodo yang kecil.

“Jadi ada hierarki,” ujarnya.

Lebih dari itu, Evy membeberkan bahwa nenek moyang komodo berasal dari Australia. Hal itu berdasarkan penemuan fosil kadal raksasa di Australia, termasuk yang ditemukan di Pulau Timor.

“Tetapi populasi yang di Australia dan Timor punah. Entah kenapa punahnya, barangkali adalah akibat perubahan iklim yang membuatnya tidak cocok lagi,” ujar Evy.

Berdasarkan hasil penelitian itu, dia menegaskan komodo bukan bagian dari dinosaurus sebagaimana yang diketahui selama ini. (CNN/cs)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: KomodolipiRagam Info
ShareTweetSend

Related Posts

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Juni 19, 2021
Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Juni 19, 2021
5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

April 2, 2021

KNPI Riau Gelar Musyawarah Daerah ke XIV

April 1, 2021

Perbumma Adat Nusantara Percepat Konsolidasi Program Di Jawa Tengah

April 1, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?