
Wamena, SatukanIndonesia. Com – Setelah peristiwa berdarah pada Kamis, 23/2/2023 yang lalu, belum satu minggu berlalu, kini terjadi kembali peristiwa pembacokan secara tiba-tiba dari Warga Mayoritas kepada masyarakat Nusantara kelompok minoritas di Kabupaten Jayawijaya.
Sebanyak 2 (dua) orang warga Nusantara yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara (Batak Karo) menjadi korban pembantaian yang terjadi pada hari Minggu, 26/2/2023, sekitar Pukul 19.00 WIT.
Pembantaian oleh etnis Papua kepada warga pendatang terjadi di Jln. Sanger dan Gang Suci di Wamena, Ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Hal itu berhasil dihimpun Media SatukanIndonesia. Com dari Warga Nusantara yang mengetahui kejadian tersebut yang tidak bersedia namanya disebut demi keselamatan nyawanya yang telah tinggal di Wamena lebih dari 40 tahun.
Kejadian itu dibenarkan oleh Kasat Intelkam Polres Jayawijaya, Iptu Jibrail Jami Raga, S.H., saat dihubungi SatukanIndonesia. Com melalui telepon genggamnya.
“Ya benar, kejadiannya sekitar Pkl. 19.00 WIT bertempat di Jln. Sanger dan Gang Suci”, katanya kepada Media ini saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya.
Menurut Kasat Intelkam Polres Kabupaten Jayawijaya itu, pelaku membacok korban secara tiba – tiba saat korban sedang membeli rokok di sebuah warung.
“Penyebabnya tidak ada, namun saat korban membeli rokok di sebuah warung, Tiba-tiba korban ditebas”, katanya.
Dijelaskannya, warga yang menjadi korban dalam aksi brutal dan tidak manusiawi itu berasal dari Buton dan dari Sumatera Utara.
Guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya peristiwa yang sama, menurut Kasat Intelkam itu, supaya masyarakat meningkatkan kewaspadaan yang tinggi dengan membatasi kegiatan pada saat situasi sudah sepi dan waktu sudah mulai gelap.
Selain itu, pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam tertentu.
Lebih lanjut iptu Jibrail, guna memberikan perlindugan kepada seluruh masyarakat Nusantara yang ada di Kabupaten Jayawijaya, perlu penambahan personel untuk terwujudnya keseimbangan antara jumlah personel kepolisian dengan jumlah masyarakat.
“Perlu penambahan personel dan akan meningkatkan intensitas Patroli”, ujarnya.
Terkait dengan langkah yang akan dilakukan oleh Pihak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang dipimpin Pj. Gubernur dan Perlindungan yang diberikan oleh Pihak Kepolisian Polda Papua, Media ini mencoba menghubungi melalui telpon selularnya berkali-kali namun belum berhasil dan belum menjawab pertanyaan Media ini yang disampaikan melalui WhatsApp. (Redaksi).













