
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Dalam rangka mensyukuri usia Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang ke -163 tahun sekaligus perayaan HKBP Rawamangun Jakarta Timur yang ke-60 tahun, seluruh warga jemaat HKBP Rawamangun yang dipimpin Pdt. Banner Siburian, M,Th., melaksanakan Ibadah Raya bertempat di Maria Convention Center, Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu, 6/10/2024.
Ibadah syukur itu juga dirangkai dalam satu kesatuan dengan Pesta Gotilon Tahun Oikumena Inklusif HKBP Rawamangun sebagi momentum bagi seluruh jemaat untuk berkorban guna mendukung penuh pelayanan dilingkungan HKBP Rawamangun itu sendiri.
Dalam meomentum syukuran HKBP yang ke 163 tahun dan perayaan HKBP Rawamangun Jakarta Timur yang ke-60, Pdt. Banner Siburian sebagai Pimpinan Jemaat HKBP Rawamangun menyampaikan tiga hal penting bagi jemaat, yaitu: Pertama, supaya jemaat semakin kokoh dan dewasa serta bertumbuh dalam Iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kedua, supaya jemaat menjadi pemberita kabar keselamatan kepada lingkungan dan sesama baik melalui sikap tindak dan perbuatan dalam kehidupan sehari – hari maupun dengan mengabarkan-Nya dalam lingkungannya masing-masing. Dan Ketiga, semua jemaat supaya menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas dan selesai sempurna dengan mengandalkan Tuhan.
“Hendaklah semua jemaat melakukan tiga hal ini, yaitu supaya semakin dewasa dan kokoh berpengharapan hanya kepada Tuhan, menjadi pemberita tentang Kristus dan semua jemaat dimana pun bekerja serta apapupun pekerjaannya supaya tuntas dalam bekerja”, kata Pdt. Banner dengan penuh semangat.
Acara Kegiatan Ibadah Syukur Pesta Gotilon yang dilaksanakan setiap tahun itu dirangkai dengan berbagai acara, diantaranya menngundang semua pendeta yang pernah bertugas melayani di HKBP Rawamangun yang masih hidup dengan memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih, dilanjutkan dengan menampilkan semua elemen dan fungsi-fungsi kategorial Pelayan yang ada di Gereja mulai dari Sintua/Pengerja, kelompok sekolah minggu, pra remaja, remaja, lansia dan semua kelompok jemaat yang terdiri dari puluh Wijk seraya membawa korban persembahannya masing-masing untuk diserahkan kepada Gereja. (01/Redaksi).













