
Sidoarjo, satukanindonesia.com – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus Ansueto kembali menegaskan komitmen organisasi untuk membangun budaya mediasi di Indonesia. Salah satu langkah yang disiapkan ialah bekerja sama dengan Mahkamah Agung (MA) mencetak mediator bersertifikat di berbagai daerah.
Penegasan itu disampaikan Firdaus dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SMSI Jawa Timur di Sidoarjo, 22–23 Juni 2026. Ia menyampaikannya dua kali. Pertama saat rapat kerja internal di Life Hotel pada 22 Juni. Kedua ketika membuka Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), 23 Juni.
Menurut Firdaus, kerja sama dengan Mahkamah Agung bukan sekadar nota kesepahaman. Program itu akan diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat bagi pengurus dan anggota SMSI di berbagai daerah.
“Ini bagian dari penguatan organisasi. Kami ingin SMSI tidak hanya kuat sebagai organisasi perusahaan media, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Kami siap bersama Mahkamah Agung mencetak mediator bersertifikat agar budaya damai semakin tumbuh,” kata Firdaus.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut audiensi Pengurus Pusat SMSI dengan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada 17 Juni 2026 di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak memiliki visi yang sama. Mediasi harus menjadi pilihan utama sebelum sengketa masuk ke ruang sidang. Cara ini dinilai lebih cepat, lebih sederhana, dan mampu mengurangi penumpukan perkara di pengadilan.
Firdaus mengatakan jaringan SMSI yang tersebar di 35 provinsi menjadi modal besar untuk menjalankan program tersebut. Pelatihan nantinya akan mengacu pada standar Mahkamah Agung sehingga para peserta dapat menjadi mediator yang profesional, independen, dan berintegritas.
“Banyak persoalan sebenarnya bisa selesai lewat dialog. Tidak semua harus berakhir dengan menang atau kalah di pengadilan. Kami ingin ikut membangun budaya musyawarah dan perdamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Firdaus, kerja sama ini menjadi salah satu program strategis SMSI ke depan. Selain memperkuat kapasitas organisasi, program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung sistem peradilan yang lebih efektif dan berkeadilan (Sunaji/Yos)













