
Langkat, SatukanIndonesia.Com – Ketua Badan Bantuan Hukum (BBH) T. Muzakkar, SH, MKn mengaku sudah melapor ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Azasi Nasional (HAM) buntut adanya kejadian ricuh pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang lalu, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
“Rusuh, hingga terjadi perusakan sembilan rumah di Dusun V Barak Induk, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan”, kata Muzakar kepada media ini, Rabu, (20/2/2024) di kantor DPC PDIP Langkat.
Rumah yang dirusak masing-masing milik Sugianto, Sunaryo, Rolan, Bu Rusna Ningsih, Suyatno, Misman, Sulian, Ngatimin, dan Wlaiono Als Gogon.
Sebagaimana informasi yang di himpun, kisruh di Desa Harapan Maju, diduga dipicu perbedaan pendukung pilihan antar Calon Legeslatif (Caleg) inisial S, fraksi NasDem dengan pendukung Caleg dari fraksi PDIP berinisial J, pada Daerah pemlihan (Dapil) Lima Langkat,
Menurut warga yang menjadi korban pengerusakan, Sugiyanto alias koplok (45), sebelum terjadi rusuh, dirinya mendapat infomasi dari salah satu anggota, dimana rumah tempat tinggalnya akan didemo warga dikarenakan tidak mendukung salah satu Caleg inisial S.
“Mendapat informasi dari anggota, katanya mau di demo, karena Anto Koplok tidak dukung saudara S Caleg dari NasDem,” ungkapnya.
Salah seorang korban (Rolan) kini menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Langkat.
Korban direncanakan akan menjalani operasi di bagian kepalanya dan kini menjalani perawatan medis, serta satu unit sepeda motor miliknya warga hangus dibakar.
“Akibat kejadian itu, sembilan unit rumah warga rusak dan satu unit sepeda motor saya hangus dibakar,” jelas Sugiyanto, didampingi Juriah, Caleg fraksi PDI, sembari memohon doa untuk kesehatan temannya yang saat ini dirawat di rumah sakit.
Kepada SIB, pria yang mengakui sebagai tim pemenangan PDI di kampungnya tersebut juga mengaku mendapat intimidasi dan penyiraman bensin ke didinding rumah, oleh perempuan yang berorasi membawa mic.
Awalnya, saat itu warga yang berkumpul di halaman rumah saya, mereka melempari batu kearah seng rumah dan kaca jendela rumah hingga pecah.
“Melempari batu ke atap rumah dan jendela rumah hingga pecah. Akibatnya rumah rusak dan sepeda motor saya hangus terbakar,” paparnya.
Akibat peristiwa tersebut Sugiyanto, Rolan (54), Waliono (33), Misman (42), Suyatno (58) dan Ngatimin (54) yang diduga menjadi korban intimidasi dan perusakan melaporkan ke Polres Langkat sesuai laporan polisi Nomor: LP/B/78/ll/2024/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumut, tanggal 18 Februari 2024.
Ketua DPC fraksi PDIP Kabupaten Langkat, Ralin Sinulinggga mengungkapkan sebagai partai yang legal kami juga berhak mencari suara diseluruh wilayah Kabupaten Langkat.
“Dalam hal ini kami melaporkan kepada DPD dan DPP partai untuk dapat membantu kami dalam penyelesaian masalah,” tegasnya.
Ralin menyampaikan, agar kepolisian tidak diam ditempat dan terus memproses masalah ini. Kami juga apresiasi pihak kepolisian, yang telah mengaman 13 orang terduga pelaku dari peristiwa tersebut.
“Kita apresiasi kepolisian Langkat, yang telah mengaman 13 orang. Lebih penting lagi, masyarakat yang saat ini mengungsi ke Desa tetangga agar bisa kembali kerumah masing- masing dalam kedaan nyaman dan tidak ketakutan,” ungkap Ralin, yang meduduki posisi Wakil ketua DPRD Langkat.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, yang turun langsung ke Langkat, kepada SIM menyebut hal itu merupakan kejahatan pileg. Djarot juga meminta agar kasus ini dapat di ungkap ke kantor intelektualnya.
“Itu merupakan kejahatan Pemilihan Legislatif (Pileg), oleh karena itu kedatangan kami untuk melakukan pembelaan kepada korban,” kata Djarot.
“Saya ingin kasus ini dapat diungkap hingga ke aktor intelektualnya,” kata nya mengakhiri. (AS/Redaksi)













