JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Guna membahas kasus penembakan pesawat Smart Air, di kampung Danowega, distrik Yaniruma, Boven Digoel. Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Papua melaksanakan rapat terbatas (Ratas).
Hal ini dikatakan Gubernur Provinsi Papua Selatan Apolo Safanpo melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (22/02/2026).
Ia mengatakan, rapat KEPP Otsus Papua ini merupakan bagian dari upaya penanganan masalah tersebut.
“Rapat ini dilaksanakan karena istana kepresidenan meminta keterangan terkait penanganan masalah pasca-aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata, yang menewaskan pilot dan kopilot di Danowage,”katanya.
Menurut Apolo, saat terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB, maka petugas kesehatan di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengungsi.
“Sehingga kami langsung melakukan evakuasi masyarakat, termasuk 29 tenaga kesehatan,”ujarnya.
Dia menjelaskan, 29 tenaga medis tersebut dipulangkan dari Distrik Yaniruma ke Distrik Zenggo, Kabupaten Mappi, selanjutnya menuju ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
“Sedangkan para ASN di Distrik Yaniruma juga telah dievakuasi ke Tanah Merah. Kami berharap situasi aman dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal,”kata Gubernur Apolo Safanpo.
Dia menambahkan, penanganan cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan pasca-penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Kabupaten Boven Digoel mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. [GRW]













