• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Diduga Telah Terjadi Kriminalisasi Hukum dalam Penyidikan Dana Hibah Kementerian PUPR di PDAM Bitung

Diduga Telah Terjadi Kriminalisasi Hukum dalam Penyidikan Dana Hibah Kementerian PUPR di PDAM Bitung

Mei 21, 2022
Pernyataan TNI Terkait Insiden Maybrat Disoroti Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Pernyataan TNI Terkait Insiden Maybrat Disoroti Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Agustus 17, 2026
Tindak Judi Kasino di 9 Stage Batam, Polisi Amankan 197 Orang

Tindak Judi Kasino di 9 Stage Batam, Polisi Amankan 197 Orang

Agustus 17, 2026
ADVERTISEMENT
HP Wartawan Dirampas Oknum Anggota Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

HP Wartawan Dirampas Oknum Anggota Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

Agustus 17, 2026
Semua Pelaku dalam Kasus Serangan Andrie Yunus Harus Diungkap

Semua Pelaku dalam Kasus Serangan Andrie Yunus Harus Diungkap

Agustus 17, 2026
Pastikan Kualitas Beras, Bupati Hermus Sidak Gudang Bulog Manokwari

Pastikan Kualitas Beras, Bupati Hermus Sidak Gudang Bulog Manokwari

Agustus 17, 2026
Tri Adhianto Dorong Mahasiswa STIE Arlindo Kuasai Skill, Leadership, Networking dan Teknologi AI

Tri Adhianto Dorong Mahasiswa STIE Arlindo Kuasai Skill, Leadership, Networking dan Teknologi AI

Agustus 16, 2026
Menteri HAM RI Hadiri 81 Tahun Indonesia Merdeka di Papua Tengah

Menteri HAM RI Hadiri 81 Tahun Indonesia Merdeka di Papua Tengah

Agustus 16, 2026
Wali Kota Bekasi Resmikan Flying Fox BPBD, Edukasi Kebencanaan Dikemas Makin Menarik

Wali Kota Bekasi Resmikan Flying Fox BPBD, Edukasi Kebencanaan Dikemas Makin Menarik

Agustus 16, 2026
Ratusan Anggota Pramuka Bekasi Bermalam di Kantor Pemkot, Sambut Hari Pramuka ke-65

Ratusan Anggota Pramuka Bekasi Bermalam di Kantor Pemkot, Sambut Hari Pramuka ke-65

Agustus 16, 2026
Wali Kota Bekasi Resmikan Flying Fox BPBD, Edukasi Kebencanaan Dikemas Makin Menarik

Wali Kota Bekasi Resmikan Flying Fox BPBD, Edukasi Kebencanaan Dikemas Makin Menarik

Agustus 16, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Diduga Telah Terjadi Kriminalisasi Hukum dalam Penyidikan Dana Hibah Kementerian PUPR di PDAM Bitung

Keluarga Korban Kriminalisasi Mohon Perlindungan Hukum ke Komnas HAM

Mei 21, 2022
in Daerah, News
0
0
SHARES
371
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jakarta, Satukanindonesia.com – Keluarga Raymond Luntungan, S.T, yang diduga menjadi korban kriminalisasi dan rekayasa atas proses penyelidikan dan penyidikan kasus Tindak Pidana Korupsi oleh sejumlah oknum anggota kepolisian yang bertugas di Unit II, Subdit Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus, Polda Sulawesi Utara (Sulut), Jumat sore (20/5), mendatangi kantor Komnas HAM RI guna menyampaikan permohonan perlindungan hukum.

Saat menyampaikan permohonan, Lolita Rombang (istri korban) dan Deetje Tumundo (ibu kandung), keduanya diterima secretariat Komnas HAM, menyampaikan fakta-fakta hukum tentang adanya dugaan kriminalisasi dan rekayasa dalam proses penyelidikan dan penyidikan hingga proses penahanan yang dialami Raymond Luntungan, S.T selaku Direktur Utama (Dirut) Non aktif PDAM Kota Bitung.

Usai menyampaikan laporan, kepada sejumlah media mereka membeberkan data, bahwa penahanan oleh penyidik Unit II, di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulut terhadap Raymond sejak tanggal 14 Februari tahun 2022 dengan sangkaan sebagai tersangka pelaku dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan program hibah air minum dari Kementerian PUPR RI kepada Pemerintah Kota Bitung bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun anggaran 2017 dan 2018 dengan total kerugian negara Rp 14 Miliar, ada dugaan kuat telah terjadi kriminalisasi dan rekayasa hukum.

Dikatakan, berdasarkan data, fakta dan bukti-bukti yang ada pada keluarga dan juga sudah diserahkan kepada penyidik, secara jelas menyebutkan bahwa anggaran Rp 14 Miliar pada kegiatan program hibah air minum dari Kementrian PUPR Republik Indonesia kepada Pemerintah Kota Bitung, sepersen pun tidak pernah masuk ke dalam rekening PDAM Kota Bitung. Anggaran yang sudah dinyatakan sebagai kerugian keuangan negara (total lost) ini hanya masuk dan tertahan di rekening kas daerah Kota Bitung.

“Jadi, faktanya PDAM Kota Bitung hanya menerima dana/anggaran Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota Bitung selama tahun anggran 2017 dan 2018 senilai Rp 15-an Miliar. PDAM Kota Bitung tidak pernah menerima anggaran ataupun dana pada kegiatan program hibah air minum Kementrian PUPR yang telah merugikan keuangan negara tersebut,” jelas Lolita.

Ditambahkannya, bahwa dalam proses penggunaan anggaran penyertaan modal Pemkot Bitung pada tahun anggaran yang sama tersebut didampingi, diawasi dan dipantau oleh tim pendamping BPKP Perwakilan Sulut. Dan, hasil riview serta verifikasi BPKP menyatakan bahwa dana penyertaan modal 2017 dan 2018 tidak ada masalah dan selesai 100 persen. Hal tersebut diperkuat dengan adanya hasil audit dan pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengeluarkan opini, bahwa kinerja PDAM Kota Bitung Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Berdasarkan fakta-fakta yang diuraikan di atas, jelas Lolita, aliran dana hibah sebesar Rp.14 Miliar yang di sangkahkan kepada Raymond terlihat sangat dipaksakan karena tidak bersentuhan dengan peran fungsinya selaku Direktur Utama PDAM.

“Dana Rp. 14 Miliar itu hanya mengendap di kas daerah Pemkot Bitung. Yang masuk ke rekening PDAM hanya Dana Penyertaan Modal senilai Rp 15 Miliar, sehingga sangat salah dan keliru jika keruigian yang dinyatakan oleh Tim Audit Investigasi BPKP sebagai kerugian negara tersebut, dituduhkan kepada Raymond. Sementara dana tersebut tidak pernah masuk apalagi digunakan oleh pihak PDAM,” ujar Lolita.

Kajian dan penelitian dari Konsultan Profesional di bidang Keuangan Negara dan juga Ahli Air Minum, membuktikan bahwa, tuduhan total lost tidak berdasar. Tuduhan soal idle capacity, juga tidak sesuai data lapangan.

“Untuk itu, demi mencari keadilan, kami akan berusaha ke mana pun, termasuk hari ini (Jumat, red) kami menghadap Komnas HAM. Kami yakin Komnas HAM sebagai lembaga yang berfungsi melakukan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia, kiranya dapat memberi jalan keluar untuk problem kriminalisasi yang kami alami,” sambung Deetje. (*)

Komentar Facebook

Tags: Komnas HAMPDAM Bitung
ShareTweetSend

Related Posts

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Agustus 14, 2026
Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Agustus 11, 2026

Anggota Komisi XIII DPR Kritik Alokasi Anggaran Komnas HAM, Tak Mencerminkan Mandat Negara

Juni 17, 2026

Komnas HAM Dorong Perguruan Tinggi dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS

Mei 18, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?