MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Guna mengakomodir peternak ayam petelur orang asli Papua (OAP), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Papua Barat bertemu Asosiasi Peternak Ayam Tetelur (Aspater) di kabupaten Manokwari, Sabtu (03/08/2024).
Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, provinsi Papua Barat, Hendrikus Fatem mengatakan, pihaknya (Dinas-red) akan mengakomodir peternak ayam petelur, dan peternak ayam daging yang ada di Papua Barat.
Pasalnya, telur di provinsi Papua Barat sebagian besar masih dipasok dari luar.
“Sehingga terbentuknya kelompok peternak ayam petelur ini, diharapkan mampu membantu pemerintah untuk melakukan pemetaan dan menghitung jumlah kebutuhan Masyarakat,”ujarnya.
Lanjut dia, Asosiasi ayam petelur ini juga diharapkan membantu pemerintah dalam melakukan pendataan pengusaha ayam petelur terlebih khusus OAP, agar bisa ada singkorinissi program peningkatan kapasitas produksi.
“Kita akan terus kordinasi terkait kebutuhan, tapi bantuan atau pengadaan serta pengawasantrrhatap pengusaha yang menerima bibit Ayam petelur,”katanya.
Diharapkan, dengan terbukanya asosiasi di kabupaten Manokwari dapat menjadi contoh bagian enam kabupaten lainnya di provinsi Papua Barat, untuk membentuk asosiasi pengusaha ayam petelur.
“Melalui asosiasi, diharapkan kebutuhan protein masyarakat dan terciptanya kesejahteraan bagi para peternak bisa dimaksimalkan dengan baik. Maka akan ada program pembinaan bagi para pengusaha berupa pendampingan agar terus berkembang,”tuturnya.
Dia menambahkan, tahun 2025 Dinas Peternakan dan (Kesehatan Hewan akan menindaklanjuti program pembinaan asosiasi.
“Saat ini, baru ada satu asosiasi ayam petelur di tingkat Kabupaten Manokwari. Kedepannya, kami akan rapat dan mensosialisasikan pembentukan asosiasi di tingkat provinsi untuk ayam petelur dan daging,”tandasnya. [GRW]













