• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
DPR Dorong BPK – BPKP Lakukan Audit Investigasi Dana CSR dan DBH Yang Berasal Dari LNG Tangguh

DPR Dorong BPK – BPKP Lakukan Audit Investigasi Dana CSR dan DBH Yang Berasal Dari LNG Tangguh

Mei 16, 2023
Aliansi SPPG Blitar Raya Soroti Manfaat MBG, Dinilai Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Lokal

Aliansi SPPG Blitar Raya Soroti Manfaat MBG, Dinilai Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Lokal

Juni 28, 2026
Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Antar Provinsi dan Pemusnahan Barang Bukti di Wilayah Hukum Polresta Barelang

Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Antar Provinsi dan Pemusnahan Barang Bukti di Wilayah Hukum Polresta Barelang

Juni 27, 2026
ADVERTISEMENT
POLDA KEPRI TUTUP TURNAMEN BULU TANGKIS DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80 TAHUN 2026

POLDA KEPRI TUTUP TURNAMEN BULU TANGKIS DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80 TAHUN 2026

Juni 27, 2026
Resmi Dibuka untuk Umum! Garden Bar dan SA HANG Restaurant Wyndham Panbil Batam Siap Manjakan Penjelajah Kuliner

Resmi Dibuka untuk Umum! Garden Bar dan SA HANG Restaurant Wyndham Panbil Batam Siap Manjakan Penjelajah Kuliner

Juni 27, 2026
Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Juni 27, 2026
Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya Tahap II Kasus Mafia BBM Bersubsidi

Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya Tahap II Kasus Mafia BBM Bersubsidi

Juni 27, 2026
Anggota DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Izin Tinggal dan Aktivitas WNA di Batam

Anggota DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Izin Tinggal dan Aktivitas WNA di Batam

Juni 27, 2026
Hingga Juni 2026, Ditnarkoba Polda Papua Barat Bongkar 20 Kasus Narkotika

Hingga Juni 2026, Ditnarkoba Polda Papua Barat Bongkar 20 Kasus Narkotika

Juni 27, 2026
Sejumlah Pejabat Utama di Polda Papua Barat Dirotasi

Sejumlah Pejabat Utama di Polda Papua Barat Dirotasi

Juni 27, 2026
Militerisasi pada Ruang Sipil di Indonesia Makin Meluas

Militerisasi pada Ruang Sipil di Indonesia Makin Meluas

Juni 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juni 28, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

DPR Dorong BPK – BPKP Lakukan Audit Investigasi Dana CSR dan DBH Yang Berasal Dari LNG Tangguh

[Daerah]

Mei 16, 2023
in Daerah, News
0
0
SHARES
490
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO : Anggota Komisi X DPR RI, Robert J Kardinal//ISTIMEWA

MANOKWARI, SatukanIndonesia.Com – Anggota Komisi X DPR Robert J Kardinal mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan melakukan audit terhadap penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Dana Bagi Hasil Migas (DBH) yang berasal dari LNG Tangguh.

Menurutnya, ini penting untuk memastikan keuntungan dari pengelolaan minyak dan gas (Migas) di Blok Tangguh benar-benar tepat sasaran.

“Saya sebagai anggota DPR dari Papua Barat akan menggunakan kewenangan saya untuk meminta BPK dan BPKP melakukan audit investigasi terhadap dana CSR dan DBH itu,”tegas Robert J Kardinal, melalui press release yang diterima SatukanIndonesia.com, Senin (15/05/2023).

Robert menuturkan, dirinya akan segera berkirim surat ke BPK dan BPKP perihal audit tersebut. Apalagi dia merasa, dana dari CSR dan DBH yang berasal dari hasil pengerukan kekayaan alam di Blok Tangguh belum signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat khususnya di Bintuni.

“Mereka (masyarakat adat) punya gas diambil disitu tetapi ternyata disana banyak masyarakat miskin disana. Saya apresiasi temuan Filep Wamafma (Wakil Ketua Komite I DPD) dan saya meminta aparat penegak hukum melakukan tindakan penyelidikan awal,”lanjut politisi Fraksi Golkar ini.

Dia berharap melalui audit investigasi ini, penyimpangan atas dana CSR dan DBH bagi masyarakat di Teluk Bintuni dapat dicegah. Sebab dirinya ingat betul ketika pertama kali Kab. Teluk Bintuni ini dibentuk, dana CSR dan DBH walau saat itu masih terbilang kecil, namun mampu membangun banyak infrastruktur pendidikan dan kesehatan disana mulai dari sekolah, rumah sakit hingga meningkatkan taraf pendidikan masyarakat asli Papua.

“Tetapi disaat DBH sekarang jauh berkali-kali lebih besar malah tidak bisa karena tidak mungkin masyarakat (Teluk Bintuni) sedikit tapi banyak anak yang tidak menikmati sekolah, mengalami stunting dan sebagainya. Apakah ini salah program atau terjadi hal-hal lain sehingga perlu diinvestigasi oleh BPK dan BPKP,” ujarnya.

Selain itu, Robert juga menilai masalah CSR dan DBH atas pengelolaan di Blok Tangguh ini juga perlu diselesaikan mengingat Provinsi Papua Barat ini telah mengalami pemekaran menjadi Papua Barat Daya. Nah dengan situasi tersebut, tentunya dana DBH yang diperoleh Papua Barat menjadi lebih besar lantaran 6 kabupaten yang sebelumnya menjadi bagian dari Papua Barat, menjadi daerah otonom baru (DOB) dengan Provinsi Papua Barat Daya.

“Tadinya DBH dibagi ke 13 kabupaten. Namun ada DOB (Papua Barat Daya), berarti (DBH) tidak perlu (dibagi) lagi,”ujarnya.

Namun lebih dari itu, Robert mendorong agar ada hilirisasi dari hasil pengelolaan migas di Blok Tangguh. Menurutnya, upaya hilirisasi ini penting mengingat aspirasi masyarakat disana meminta agar hasil pembangunan yang menggunakan gas alam dari Teluk Bintuni bisa di hilirisasi di tempat tersebut.

“Karena dengan dibangun disitu (Teluk Bintuni, red) bisa membangkitkan ekonomi yang ada disitu. Sehingga hilirisasi seperti pabrik smelter, pupuk, atau apa saja bangunnya di teluk Bintuni,” ujarnya.

Menurutnya, akan banyak keuntungan dari hilirisasi atas pengelolaan LNG Tangguh di lokasi tambang. Pertama, tentu akan sangat efisien dan murah karena apapun yang diperoleh dari hasil penambangan disana tidak perlu lagi dikirim ke luar Papua.

“Karena tidak perlu ongkos transportasi bawa gas alam itu keluar. Kan bangunnya disitu,”tandasnya. [GRW/Redaksi]

Komentar Facebook

Tags: #BPKPAnggota Komisi X DPRAudit InvestigasBPKi Dana CSR dan DBHLNG TangguhRobert J Kardinal
ShareTweetSend

Related Posts

Temuan BPK, Randis Pemkab Langkat Tidak Bayar Pajak, Diduga Ada “Mainkan” Aset Pemkab

Temuan BPK, Randis Pemkab Langkat Tidak Bayar Pajak, Diduga Ada “Mainkan” Aset Pemkab

Oktober 17, 2025
DPR RI Kecam Pelaku Usaha Tambang di Tanah Papua

DPR RI Kecam Pelaku Usaha Tambang di Tanah Papua

Agustus 22, 2025
Ini Temuan BPK Soal Penggunaan Dana Pilkada 2024 di Papua Barat dan PBD

Ini Temuan BPK Soal Penggunaan Dana Pilkada 2024 di Papua Barat dan PBD

Desember 23, 2024

BPK Temukan Kerugian Negara pada Dispora Kota Bekasi Sebesar ± Rp 9,9 miliar, Kadispora Berpotensi Masuk Bui

November 15, 2024

Kontraktor Papua Soroti Kejaksaan Soal Penanganan Korupsi di Papua Barat

Juli 16, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?