
Nganjuk , SatukanIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi membuka Festival Pulang Kampung (FPK) ke-5 sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal menjelang arus mudik Lebaran.
Kegiatan yang dipusatkan di GOR Bung Karno Nganjuk itu dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Senin lalu(16/3).
Festival tahunan ini menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku ekonomi kreatif, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk event organizer dan sponsor. Sejak hari pertama, kawasan festival mulai dipadati pengunjung yang memanfaatkan momentum jelang Lebaran untuk berbelanja sekaligus menikmati hiburan.
Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen menegaskan bahwa FPK ke-5 tidak hanya dirancang sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat. Ia mendorong seluruh organisasi perangkat daerah untuk terlibat aktif agar dampak kegiatan ini lebih luas.
“Kegiatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Dinas Pendidikan bisa mengajak sekolah, sementara Dinas Tenaga Kerja dapat membuka layanan job fair karena kebutuhan tenaga kerja di Nganjuk masih cukup tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, festival ini juga dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, terutama siswa SMA dan SMK, untuk mendapatkan informasi terkait pendidikan lanjutan maupun peluang kerja di daerah sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Nganjuk, Gunawan Widagdo, menyampaikan bahwa Festival Pulang Kampung telah menjadi agenda rutin yang konsisten digelar selama lima tahun terakhir. Ia menilai, keberlanjutan festival ini menunjukkan adanya respons positif dari masyarakat maupun pelaku usaha.
“Festival ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. UMKM lokal mendapat ruang promosi, sementara kehadiran peserta dari luar daerah turut memperluas jejaring ekonomi,” katanya.
Selain pameran UMKM, FPK ke-5 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, hiburan rakyat, serta aktivitas komunitas yang melibatkan generasi muda.
Momentum menjelang mudik Lebaran dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mendorong perputaran ekonomi daerah. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, terutama para perantau yang pulang kampung, daya beli masyarakat diperkirakan ikut terdongkrak.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap Festival Pulang Kampung ke-5 tidak hanya menghadirkan keramaian sesaat, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal .
Hingga saat ini (21/3) kegiatan tahunan ini berlangsung dengan antusiasme pengunjung. Kehadiran pemudik menambah marak acara yang berlangsung hingga 29 Maret mendatang. (Gun)













