MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Dalam rangka menciptakan ‘Pemilihan Umum Kepala Daerah Damai 2024’, (Pemilukada 2024) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kesatria Parlemen Jalan (Parjal) bersama Pilar Pemuda Rakyat (Pidar) menggelar kampanye ‘Pemilu Damai’, di kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat, Sabtu (03/08/2024).
Pantauan media ini, kampanye Pemilu Damai 2024 tersebut berlangsung sekira pukul 10.00 WIT sampai dengan pukul 12.00 WIT di sejumlah titik dalam Kota Manokwari.
Aksi Pemilu Damai 2024 ini dilaksanakan dalam bentuk, pembagian ratusan bunga dan seruan damai kepada para pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Panglima Kesatria PARJAL Papua Barat, Ronald Mambieuw, SH mengingatkan masyarakat agar dapat menggunakan hak suara dengan bijak pada Pilkada 27 November 2024, untuk memilih pemimpin yang tepat.
“kabupaten Manokwari dan provinsi Papua Barat, butuhkan pemimpin yang mampu menentukan arah pembangunan yang lebih baik demi kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, dan kedamaian bagi masyarakat di Manokwari dan secara umum provinsi Papua Barat,”katanya.
Lanjutnya, masyarakat juga merupakan penentu pembangunan di daerah, maka pergunakanlah hak suara tersebut tanpa dipaksa atau terpaksa, apalagi golput.
Menurutnya, agenda kampanye atau komunikasi publik Pemilu Damai 2024 merupakan upaya mendorong masyarakat agar memilih dengan bijak dengan tetap menjaga perdamaian bangsa dan terlebih daerah.
“Pesan ini merupakan wujud bersama, untuk mendorong masyarakat agar dapat menentukan pilihan dengan bijak, dan tetap menjaga perdamaian bangsa termasuk di ruang digital,”tandasnya.
Ronald Mambieuw mengemukakan, ‘Pemilu Damai 2024’ merupakan upaya bersama dalam menjawab berbagai potensi permasalahan Pemilu 2024. Selain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, juga untuk mencegah perpecahan dan penyebaran hoaks.
Pasalnya, peredaran berbagai narasi politik di media sosial berpotensi menimbulkan kekacauan informasi berupa misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.
“Kami melihat ada tiga masalah besar yang wajib menjadi perhatian bersama selama Pemilu yakni hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Menurut kami, ini yang menjadi potensi munculnya kerawanan sosial,”ujarnya.
Oleh karena itu, sebagai Panglima PARJAL meminta, semua pihak terutama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pekerja media massa bersama-sama mengamplifikasi narasi ‘Pemilu Damai 2024’ terlebih khusus di Papua Barat.
“Kolaborasi dapat dilakukan melalui amplifikasi narasi Pemilu Damai 2024 diantaranya melalui media sosial dan media konvensional. Termasuk kolaborasi dengan media massa dalam memproduksi informasi dan berita positif terkait Pemilu 2024,”tandasnya. [GRW]












