
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Masih adanya wakil Tuhan (hakim) dan pejabat terjerat dengan perkara tindak pidana korupsi di Republik ini, ternyata Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto punya cara tersendiri untuk melakukan gerakan moral untuk mengingatkan rekan sejawatnya maupun pejabat atau penyelenggara negara untuk terhindar dari perkara korupsi akibat tingginya godaan dan rayuan pada saat menjalankan dan mengemban jabatan sebagai Hakim dan atau penyelenggara negara.
Gerakan moral tersebut dilakukan Yanto beserta timnya dengan cara menyelenggarakan Pegelaran Seni Budaya Wayang Kulit semalam suntuk, pada Jumat, 29 Maret 2019, mulai pukul 19.00 WIB hingga subuh, bertempat di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia (TMII).

“Salah satu pesan yang mau disampaikan melalui acara ini adalah untuk mengingatkan para Hakim dan Pejabat supaya tidak terlena dan tergiur dengan godaan jabatan, tidak lupa diri sehingga tetap berpegang teguh pada sumpah dan jabatan mulia yang diemban dan terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan yang menyimpang dari aturan,” kata Yanto kepada SatukanIndonesia.com., setelah turun panggung menjalankan peran sebagai Dalang senior dan berpengalaman, pada acara pegelaran tersebut, Jumat, 29/30/2019 di Jakarta.
Pagelaran Seni Budaya Jawa itu dihadiri oleh Dirjen Protokol Istana Kepresidenan Dr. Andriadi, dua orang Hakim Agung yaitu Sumardijadmo, S.H., MH., dan Dr. Pri Pambudi Teguh SH., MH, Dirjen Badan Peradilan Umum Dr. Herri Suantoro, SH.,MH., Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta dan puluhan para para Ketua Pengadilan Negeri Seluruh Indonesia, serta para Hakim dari berbagai lingkungan pengadilan maupun akademisi dan perwakilan beberbagai instansi negara, juga tidak ketinggalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Dr. Juniver Girsang.
Pagelaran khas Jawa ini termasuk unik, pasalnya, Yanto yang terkenal sebagai hakim pidana yang telah banyak memvonis para koruptor itu masuk bui, selain mendatangkan bintang tamu kawakan dari berbagai group di Jawa seperti Artis Poop dari Opra Van Java, juga secara khusus mendatangkan Sinden Ayu Wong Bule yang secara khusus dihadirkan Yanto langsung dari Hongaria yang tak kalah dengan asli Indonesia. Hal itu dilakukan Yanto demi menghibur dan membumikan budaya Jawa untuk menyampaikan berbagai pesan moral yang terkandung didalamnya.
Secara terpisah, Ketua Umum DPN PERADI Juniver Girsang memberi apresiasi dan dukungan yang sangat tinggi terhadap pagelaran tersebut. Menurut Juniver, acara tersebut mengandung makna filosofis yang sangat luas dan dalam yang sangat dibutuhkan bagi setiap komponen bangsa, baik penyelenggara negara mulai dari Hakim, pejabat termasuk pengacara dan semua elemen bangsa.
“Acara ini sangat bagus sekali dan penting dilaksanakan untuk relaksasi jiwa. Menurut saya, sesuai dengan penyampaian pak Yanto tadi, acara ini mempunyai makna filosofis yang sangat mendalam”, kata Juniver.
Juniver menambahkan, makna filosofis tersebut adalah perlunya pejabat negara dan kita semua untuk tetap bisa menjaga keseimbangan hidup dan tidak boleh sombong, ungkapnya.
Oleh karena pagelaran seni budaya seperti yang dilakukan Yanto ini termasuk rileks dan santai, namun mempunyai makna filosofis yang sangat dalam, Jiniver mengusulkan tidak hanya dilakukan sekali, tapi paling tidak dua kali dalam setahun untuk menjadi sarana bagi para hakim dan pejabat untuk mengingatkan dan mengingatkan akan tugas panggilan mulia itu. Pasalnya, pagelaran yang sama juga tahun 2018 yang lalu hanya satu kali yang diselenggarakan Yanto bertempat di Anjungan Jawa Timur bekerja sama dengan Perkumpulan Profesi Likuidator Indonesia.
“Kita dukung acara ini karena sangat bagus, kalau bisa jangan hanya sekali setahun, sebaiknya dua kali setahun untuk refreshing, karena tahun lalu hanya sekali yang dilaksanakan disamping ini (Anjungan Jawa Timur-Red), “ kata Juniver untuk mengenang kehadirannya saat Yanto bersama PPLI menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit “Lahirnya Gatotkaca” yang diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus 2018, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.
Terkait dengan relaksasi jiwa yang dikatakan Juniver, Ia mengisahkan kekagumannya terhadap kemampuan Yanto sebagai Dalang yang sangat berpengalaman dan penampilan para Artis Poop dari Opra Van Java dan tim-tim lainnya, juga secara khsusus mendatangkan Sinden Ayu wong bule yang secara khusus dihadirkan Yanto langsung dari Hongaria yang begitu bagus.
“Penampilan dan penyampaian kata-kata mereka sangat indah dan cantik, sehingga benar-benar terjadi perpaduan diantaranya untuk mewujudkan relaksasi jiwa tersebut bagi semua yang menyaksikannya, termasuk saudara-saudara saya orang batak akan sangat berkesan dan bisa memahaminya,” tutur Juniver seraya mengakhiri percakapannya. (MS)













