
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Meskipun Pilpres 2024 masih akan digelar 3 tahun kedepan, namun dinamika politik tentang siapa bakal calon Presiden dalam Pilpres 2024 terus muncul.
Namun, sejumlah nama calon presiden potensial menuju Pilpres 2024 sudah mulai bermunculan, berdasarkan rilis lembaga survei.
Beberapa nama diantaranya, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Mahari, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muaimin Iskandar alias Cak Imin, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil,
Guber Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Ketua umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki kans.
Tak ketinggalan Partai Amanat Nasional (PAN) sendiri, telah menyiapkan salah satu kader terbaiknya, yang nanti bisa diterima masyarakat.
Namun kader terbaik itu bukanlah Ketua umum PAN saat ini Zulkifli Hasan (Zulhas), atau mantan Ketum yang saat ini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan PAN Hatta Rajasa. Melainkan Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga mantan Ketum Sutrisno Bachir.
Menurut Sekretaris DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad, semua parpol peserta pemilu 2019 yang memiliki kursi di DPR sebenarnya bisa dan biasa mengajukan capres dalam setiap Pemilihan Presiden (pilpres) khususnya pada Pilpres 2024, termasuk PAN sendiri.
“Insya Allah, PAN mengusung kader sendiri, salah satu yang akan diusung saat halal bihalal fraksi PAN DPR RI beberapa waktu lalu, sesuai arahan ketum PAN (Zulhas), PAN akan mengajukan Sutrisno Bachir mantan ketum yang saat ini menjabat Ketua Dewan Kehormatan untuk maju, dan saat ini telah diberih amanat melakukan konsolidasi,” kata Joncik, Jumat (11/6/2021).
Diterangkan Bupati Empat Lawang ini, meski penetapan (Capres dan Cawapres) nanti melalui mekanisme partai dan rapat kerja nasional partai, namun kadernya itu sudah diberi keleluasaan untuk bersosialisasi sejak awal.
“Sekarang kita dorong yang disiapkan mas Tres (Tresno Bachir), kita dorong dan keliling seluruh Indoesia untuk meningkatkan ratingnya, baik popularitas dan elektabilitasnya. Kalau nanti mas Tres laku ditengah masyarakat, maka nanti akan kita usung sebagai Capres,” jelasnya.
Diakui ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel ini, pertimbangan Ketum PAN menyuruh kadernya Sutrisno maju seluas- luasnya.
Dimana pertimbangan itu banyak, disamping ketokohoan, partai menyiapkan dan tentu tidak terlepas dari logistik.
“Kemampuan itu mas Tres mempunyai kapasitas itu, ia mantan ketum PAN pernah birokrasi di pemerintahan, seorang pengusha yang punya cukup logistik untuk maju Pilpres kedepan,” ujarnya.
Ditambahkan Joncik, dengan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres dilakukan beriringan pada 2024 mendatang, jelas PAN sangat paham untuk mencapai keberhasilan di Pemilu tersebut harus ada kader yang di majukan dalam Pilpres.
“Kenapa PAN bertekad mengajukan (Capres) kader sendiri, karena ini akan mengangkat suara calon- calon legislatif kita meningkat, dan masyarakat akan mengenalnya khususnya PAN,” jelasnya.
Selain itu, dengan arahan ketum PAN, jajaran pengurus didaerah harus segera mensosialisasikan Tresno Bachir kebawah (masyarakat) dari sekarang, agar popularitas dan elektabilitanya tinggi.
“Yang jelas, kalau elektabilitasnya rendah tidak mungkin diusung, dan kita pasti mengajukan kader partai yang memiliki peluang menang, dan orang lain mau berkoalisi, karena PAN tidak bisa mengusung sendiri di Pilpres mengingat acuan hasil Pileg 2019 lalu (harus 20 persen), minimal 3 prpol bergabung bisa simulasinya PAN, Demokrat, dan Nasdem, atau PAN, Demokrat dan PKS atau sebagainya. Tapi, siapa yang diusung memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi serta diterima teman koalisi,” ungkapnya.
Dilanjutkan mantan Ketua Komisi II DPRD Sumsel ini, jajaran petinggi PAN selama ini terus melakukan penjejakan komunikasi dengan parpol yang ada untuk berkoalisi pada Pemilu 2024 nanti.
“Kalau komunikasi dengn ketum parpol jalan terus, termasuk statement PDIP bahwa akan membuka koalisi, kami terbuka komunikasi dengan parpol lainnya. Tapi yang pasti, putusan akhirnya ada di DPP dan butuh waktu lama, karena sekarag baru 2021 dan pelaksanaan 2024. Artinya kita punya waktu dua tahun yang betul- betul lepas dan untuk konsolidasi partai,” pungkasnya. (FA/SI).













