• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pasca Prank Akidi Tio Terbitkan Cek Kosong Rp 2 Triliun,  Kapolda Sumsel Akhirnya Dicopot

Pasca Prank Akidi Tio Terbitkan Cek Kosong Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Akhirnya Dicopot

Agustus 26, 2021
Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

April 25, 2026
Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

April 25, 2026
ADVERTISEMENT
Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

April 25, 2026
Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

April 24, 2026
Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

April 24, 2026
Menaker Sebut Program Magang Nasional Buka Peluang Kerja Putra Daerah

Menaker Sebut Program Magang Nasional Buka Peluang Kerja Putra Daerah

April 24, 2026
Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah Jaga Kekompakan Forkopimda Jadi Kunci Stabilitas dan Cegah Korupsi

Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah Jaga Kekompakan Forkopimda Jadi Kunci Stabilitas dan Cegah Korupsi

April 24, 2026
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Optimalisasi Penataan dan Penanganan Kota Tarutung

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Optimalisasi Penataan dan Penanganan Kota Tarutung

April 24, 2026
DPRD DKI Minta Tindak Tegas Pungli Sekolah Gratis

DPRD DKI Minta Tindak Tegas Pungli Sekolah Gratis

April 24, 2026
Kemkomdigi Resmi Buka Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas Akses Internet

Kemkomdigi Resmi Buka Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas Akses Internet

April 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Pasca Prank Akidi Tio Terbitkan Cek Kosong Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Akhirnya Dicopot

[Nasional]

Agustus 26, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
261
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ist
ist

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Peristiwa mengiringi kasus hibah bodong Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio belum berakhir. Setelah anak Akidi Tio, Heryanty, dilaporkan atas dugaan penipuan bisnis, kini Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang menerima hibah Rp 2 T secara simbolis kehilangan jabatan.

Kasus hibah bodong ini bermula saat keluarga Akidi Tio yang diwakili oleh salah seorang anaknya, Heryanty, memberikan donasi secara simbolis kepada Irjen Eko. Pemberian donasi secara simbolis itu diterima Irjen Eko pada Senin (26/7/2021).

“Dana tersebut diberikan salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak COVID-19,” kata Irjen Eko Indra. Baca juga: Muhammad Kace Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 6 Tahun Penjara
Pemberian dana hibah triliunan itu disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru. Hadir pula saat itu, Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus.

Akidi Tio merupakan pengusaha asal Aceh. Eko mengatakan dirinya mengenal keluarga Akidi Tio saat bertugas di Aceh Timur, tepatnya saat dirinya menjabat Kasat Reskrim Polres Aceh Timur.

“Untuk mengingat akan sejarah. Saya kenal almarhum Akidi ini dari anaknya Ahok, yang jualan limun di Aceh Timur,” ucap Eko Indra kepada wartawan.

Namun, donasi Rp 2 triliun yang dijanjikan itu tak kunjung cair. Pihak keluarga Akidi Tio mengklaim bahwa donasi itu belum cair karena transfer membutuhkan proses yang panjang. Hal itu diungkapkan oleh dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Dermawan.

Dia menyebut dana bantuan itu awalnya mau diberikan melalui cek. Namun, rencana itu batal karena nominalnya terlalu besar dan butuh pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Tadinya mau dikasih cek, karena besar ya mungkin ditransfer. Prosedur tidak bisa begitu saja, harus tahu OJK juga, transfer ke tim nanti,” kata Hardi, Selasa (27/7). Baca juga: KPK Lelang Ribuan Meter Tanah dan Bangunan Milik Bupati Lampung
Waktu terus bergulir hingga akhirnya polisi mengundang Heryanty ke Polda Sumsel. Polisi meminta klarifikasi dari Heryanty soal dana yang dijanjikan.

Singkat cerita, dana tersebut ternyata tidak ada alias bodong. Hal itu diperkuat keterangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada.

“Sampai dengan hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada,” ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).

Kapolda Sumsel Irjen Eko kemudian minta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Dia mengatakan kegaduhan seputar hibah bodong Rp 2 triliun itu disebabkan ketidakhati-hatian dirinya.

“Secara pribadi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya jelas kepada Bapak Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia, dan masyarakat Sumatera Selatan,” kata Eko membuka konferensi pers di Polda Sumsel, Kamis (5/8) siang.

Usai kasus hibah bodong Rp 2 triliun ini mencuat, anak Akidi Tio, Heryanty, dilaporkan ke polisi karena dugaan penipuan. Kapolda Sumsel juga diganti. Heryanty dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan uang senilai Rp 2,5 miliar. Pihak yang melaporkan adalah dokter Siti Mirza.

Kasus itu diketahui dari laporan polisi nomor LP/B/704/VIII/2021/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN, Senin (9/8). Dalam laporan itu, Siti menyebut dirinya merasa ditipu Rp 2,5 miliar oleh terlapor, Heryanty.

Baca juga: Tidak Sepakat dengan Putusan Majelis Hakim, ICW Nilai Juliari Sangat Pantas Divonis Seumur Hidup
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. Dia mengatakan pihak pengadu belum memberikan keterangan lebih lanjut soal dugaan penipuan itu.

“Terkait dengan laporan Siti Mirza, memang laporannya sudah ada. Sampai saat ini yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait laporan yang di sampaikan di SPKT kemarin,” kata Supriadi.

“Bisa saja terkait dengan laporannya. Laporannya memang ada terkait dengan laporan penipuan tapi itu tadi yang bersangkutan belum memberikan keterangan ke kita terkait dengan isi laporan yang disampaikan,” sambungnya. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Kasus ini masih dalam penyelidikan.

Siti Mirza, yang merupakan pelapor juga telah buka suara. Dia mengaku awalnya enggan melapor, tapi kekesalannya memuncak usai mencuat kasus hibah bodong Rp 2 triliun dari Heryanty.

Dia mengaku sudah lama bersahabat dan berbisnis dengan Heryanty. Namun, Heryanty tidak memenuhi keuntungan yang dijanjikan sebesar 10 persen selama 12 bulan dalam investasi kerja sama bisnis ekspedisi ekspor-impor yang dia ikuti sejak Mei 2019.

“Iya betul, kekesalan saya kepada dia (Heryanty) memuncak semenjak munculnya isu prank sumbangan Rp 2 T yang membuat geger seluruh Indonesia” kata Siti Mirza kepada wartawan, Kamis (19/8). Baca juga: Sumbangan Rp2 T Dari Keluarga Akidi Tio Hanya Fiktif, PPATK Akan Lapor ke Kapolri

Kapolda Sumsel juga diganti usai gaduh kasus hibah bodong Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengganti Irjen Eko dengan Irjen Toni Harmanto, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumbar.

Irjen Eko Indra Heri dimutasi sebagai Koorsahli Kapolri. Rotasi jabatan itu tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1701/VIII/KEP./2021 yang diterbitkan Rabu (25/8). Selain Kapolda Sumsel, Kapolri juga merotasi Kapolda Sumbar dan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Polri juga telah memberi penjelasan soal alasan pergantian Kapolda Sumsel. Menurut Polri, hal ini merupakan langkah untuk penyegaran organisasi.

“Sudah lama menjadi Kapolda, untuk penyegaran organisasi, pindahnya juga dalam level yang sama,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo, saat ditanya ada tidaknya kaitan kasus Akidi Tio dengan pergantian Irjen Eko.

(nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Akidi TIoakidi tio sumselkapolda sumselPenipuanPrankprank anak akidi tiotukang tipu
ShareTweetSend

Related Posts

Ditreskrimum Polda Kepri Ungkap Dugaan Penipuan Janji Kelulusan Bintara, Oknum Anggota Terlibat

Ditreskrimum Polda Kepri Ungkap Dugaan Penipuan Janji Kelulusan Bintara, Oknum Anggota Terlibat

Juni 11, 2025
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Jasa Pembuatan SIM di Kota Bogor

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Jasa Pembuatan SIM di Kota Bogor

Mei 6, 2023
Polda Metro Ungkap Penipuan Terhadap Jemaah Umrah, 2 Orang dari Biro Travel Ditangkap

Polda Metro Ungkap Penipuan Terhadap Jemaah Umrah, 2 Orang dari Biro Travel Ditangkap

Maret 28, 2023

Terdakwa KSP Indosurya Henry Surya Divonis Lepas

Januari 24, 2023

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Penipuan Tiket Umrah

Januari 3, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?