• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

September 2, 2021
Kejagung Mulai Bongkar Dugaan Korupsi PT MGB (Perseroda) Kota Bekasi bersama PT Pertamina EP

Kejagung Mulai Bongkar Dugaan Korupsi PT MGB (Perseroda) Kota Bekasi bersama PT Pertamina EP

September 19, 2026
Konflik yang Mengakar Tidak Bisa Diselesaikan dengan Satu Pendekatan

Konflik yang Mengakar Tidak Bisa Diselesaikan dengan Satu Pendekatan

September 19, 2026
ADVERTISEMENT
Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Indonesia, Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN

Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Indonesia, Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN

September 19, 2026
DPD RI Diminta Dorong Perundingan Indonesia-Papua

DPD RI Diminta Dorong Perundingan Indonesia-Papua

September 19, 2026
KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

September 18, 2026
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

September 18, 2026
Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

September 18, 2026
MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

September 18, 2026
Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

September 18, 2026
Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

[Internasional]

September 2, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
38
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Para milisi Taliban menduduki istana presiden Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, Minggu (15/8/2021). Foto/Screenshot Al Jazeera/Twitter @latikambourke
Para milisi Taliban menduduki istana presiden Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, Minggu (15/8/2021). Foto/Screenshot Al Jazeera/Twitter @latikambourke

Kabul, SatukanIndonesia.com – Para penguasa Taliban pada hari Kamis (2/9/2021) bersiap untuk mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan di istana presiden di Kabul.

Pemerintahan baru akan diumumkan ketika ekonomi negara itu tertatih-tatih di ambang kehancuran lebih dari dua minggu setelah kelompok milisi Islamis itu merebut kekuasaan dan mengakhiri perang yang kacau selama hampir 20 tahun.

Pejabat Taliban, Ahmadullah Muttaqi, mengatakan di media sosial bahwa sebuah upacara sedang dipersiapkan di istana presiden di Kabul. Sedangkan penyiar TOLO News mengatakan pengumuman tentang pemerintahan baru sudah dekat. Baca Juga: Trump: Biden Harus Minta Maaf ke Seluruh Dunia
Seorang pejabat senior Taliban kepada Reuters bulan lalu mengatakan pemimpin tertinggi kelompok itu, Hibatullah Akhundzada, diperkirakan memiliki kekuasaan tertinggi atas dewan pemerintahan, dengan seorang presiden di bawahnya.

Legitimasi pemerintahan baru di mata para donor dan investor internasional akan sangat penting bagi perekonomian Afghanistan. Para analis mengatakan ekonomi negara itu kemungkinan akan runtuh setelah Taliban kembali berkuasa.

Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra mendiang pendiri gerakan itu Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani yang jadi pemimpin jaringan Haqqani, dan Abdul Ghani Baradar, salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

Dewan kepemimpinan yang tidak dipilih rakyat adalah bagaimana Taliban menjalankan pemerintahan pertama mereka yang secara brutal menegakkan bentuk keras hukum Syariah versi mereka dari tahun 1996 hingga penggulingannya oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001.

Taliban telah mencoba untuk menampilkan wajah yang lebih moderat kepada dunia sejak mereka menyingkirkan pemerintah yang didukung AS dan kembali berkuasa bulan lalu.

Mereka berjanji untuk melindungi hak asasi manusia dan menahan diri dari melakukan pembalasan terhadap musuh lama.

Tetapi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan lainnya meragukan jaminan tersebut, dengan mengatakan pengakuan formal terhadap pemerintah baru Afghanistan dan bantuan ekonomi yang akan mengalir bergantung pada tindakan Taliban.Baca Juga: Putin: Amerika Serikat Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi
“Kami tidak akan menuruti perkataan mereka, kami akan menerima mereka atas perbuatan mereka,” kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam jumpa pers hari Rabu.

“Jadi mereka punya banyak hal untuk dibuktikan berdasarkan rekam jejak mereka sendiri…sekarang mereka juga memiliki banyak keuntungan, jika mereka dapat menjalankan Afghanistan, jauh, jauh berbeda dari yang mereka lakukan terakhir kali mereka berkuasa.”

Gunnar Wiegand, direktur pelaksana Komisi Eropa untuk Asia dan Pasifik, mengatakan Uni Eropa tidak akan secara resmi mengakui kelompok Islamis itu sampai memenuhi persyaratan termasuk pembentukan pemerintah yang inklusif, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan akses tak terbatas bagi pekerja bantuan.

“Tidak ada keraguan di antara negara-negara anggota (UE) dan dalam konteks G7: Kita perlu terlibat dengan Taliban, kita perlu berkomunikasi dengan Taliban, kita perlu memengaruhi Taliban, kita perlu memanfaatkan pengaruh yang kita miliki,” katanya kepada anggota Parlemen Eropa di Brussels. “Tapi kami tidak akan terburu-buru mengakui formasi baru ini, atau membangun hubungan resmi.”
Baca Juga: Mikronesia Jadi Pangkalan Militer Baru Amerika Serikat

(nal/SI)

Komentar Facebook

Tags: Afghanistanpemerintahan talibanTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

September 16, 2021
Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

September 14, 2021
Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan

Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan

September 14, 2021

Ngeri! Intelijen AS Sebut Ancaman Teror Terbesar Datang dari Negara-Negara Ini

September 14, 2021

Jadi Bahan Ejekan China, Pesawat AS Jadi Taman Bermain Milisi Taliban

September 11, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?