• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Wacana Legalkan Politik Uang Mengemuka, Sesama Anggota Parlemen Pro-Kontra

Wacana Legalkan Politik Uang Mengemuka, Sesama Anggota Parlemen Pro-Kontra

Mei 15, 2024
Abrasi Hancurkan Rumah Warga, Perempuan Sungai Lemau datangi Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah

Abrasi Hancurkan Rumah Warga, Perempuan Sungai Lemau datangi Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah

April 22, 2026
Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

April 22, 2026
ADVERTISEMENT
Wawali Harris Bobihoe : Tokoh Lintas Agama Duduk Bersama Akan Tumbuh Tekad Kuat Jaga Kerukunan

Wawali Harris Bobihoe : Tokoh Lintas Agama Duduk Bersama Akan Tumbuh Tekad Kuat Jaga Kerukunan

April 22, 2026
Walikota Bekasi Tandatangani Perjanjian PSEL, Ground Breaking Segera Dimulai

Walikota Bekasi Tandatangani Perjanjian PSEL, Ground Breaking Segera Dimulai

April 22, 2026
Wali Kota Bekasi Hadiri Launching Program MBG Muhammadiyah, Dukung Generasi Menjadi Sehat Dan Kuat

Wali Kota Bekasi Hadiri Launching Program MBG Muhammadiyah, Dukung Generasi Menjadi Sehat Dan Kuat

April 22, 2026
KPK dan Ombudsman Kepri Didorong Audit Total Tender KSP Batam, Dugaan Maladministrasi dan Konflik Kepentingan Mencuat

KPK dan Ombudsman Kepri Didorong Audit Total Tender KSP Batam, Dugaan Maladministrasi dan Konflik Kepentingan Mencuat

April 22, 2026
Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

April 22, 2026
1.054 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025 di Bintuni Papua Barat Terima SK

1.054 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025 di Bintuni Papua Barat Terima SK

April 22, 2026
Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

April 22, 2026
Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Pemerintah Didesak Respon Data APRI

Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Pemerintah Didesak Respon Data APRI

April 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Wacana Legalkan Politik Uang Mengemuka, Sesama Anggota Parlemen Pro-Kontra

Dinamika Politik Pemilu-Kada di Senayan

Mei 15, 2024
in Nasional, News, Politik
0
0
SHARES
207
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Hugua, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Wacana untuk melegalkan politik uang atau money politics kini mengemuka dilingkungan elit politik di Senayan. Salah satu Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Hugua, menyuarakan agar politik uang atau money politics dilegalkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Hal itu disampaikan Hugua di tengah rapat pembahasan PKPU pencalonan Pilkada Serentak 2024.

Dilansir dari pemberitaan tirto, id, (Rabu, 15/5), Hugua mengusulkan  pengaturan dan pelaksanaan politik uang ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dalam batasan jumlah tertentu.
“Kita pikir money politics dilegalkan saja di PKPU dengan batasan tertentu. Karena money politics ini keniscayaan, kita juga tidak money politics, tidak ada yang memilih, tidak ada pilih di masyarakat karena atmosfernya beda,” kata Hugua di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Usulan itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Hugua, yang disampikan di tengah rapat pembahasan PKPU pencalonan Pilkada Serentak 2024.

 

Ia mengatakan jika politik uang dilegalkan dalam PKPU, maka pemenang pemilu akan selalu dimenangkan oleh para saudagar yang memiliki modal banyak ketika ikut ajang kontestasi.

“Sebab kalau barang ini tidak dilegalkan, kita kucing-kucingan terus, yang akan [jadi] pemenang ke depan adalah para saudagar,” tutur Hugua.

Ia mengatakan jika kontestasi hanya pertarungan saudagar, maka pemilu tak lagi ajang pertarungan para politikus dan negarawan. Sebab, kata dia, pemilih tidak lagi memilih karena kualitas calon, tetapi karena uang.

“Jadi pertarungan para saudagar. Bukan lagi pertarungan para politisi dan negarawan, tapi pertarungan para saudagar. Karena tidak punya uang pasti tidak menang,” tutur Hugua.

Oleh karena itu, ia meminta agar politik uang dilegalkan saja dalam PKPU.

“Jadi sebaiknya kita legalkan saja dengan batasan tertentu. Kita legalkan misalkan maksimum Rp20.000 atau Rp50.000 atau Rp1.000.000 atau Rp5.000.000,” tutup Hugua

Usulan Hugua bertolak belakang dengan pendapat yang dikemukakan Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Fraksi Partai Golkar yang merupakan Ketua Komisi II DPR RI.
Adhmad Doli tidak sependapat dengan wacana untuk melegalkan politik uang atau money politics untuk diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Kita enggak melegalkan, kita anti moral hazard pemilu, anti money politics,” kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENT
Foto: Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Fraksi Partai Golkar/Ketua Komisi II DPR RI memberi keterangan mengenai Politik Uang kepada Pers, di Senayan, Rabu, 15/5/2024

Politikus Golkar itu mengatakan semua usulan terkait kepemiluan nanti akan dievaluasi dalam rapat yang akan dilanjutkan setelah pukul 13.00 WIB, siang ini. Rapat itu, jelas dia, akan digelar secara komprehensif tentang kepemiluan termasuk soal politik uang.

“Kita, kan, punya semangat supaya ada revisi UU berkaitan dengan sistem pemilu dan sistem politik yang membuat Indonesia ini berwibawa,” tutur Doli Kurnia. (Redaksi)

 

Komentar Facebook

Tags: Ahmad Doli Kurnia TandjungAnggota Koisi II DPR Fraksi PDIPAnggota Komisi II DPR Fraksi Partai GolkarHuguaKomisi II DPR RIKPUmoney politicsmoral hazard pemiluPolitik Uang (Money Polics)
ShareTweetSend

Related Posts

Revisi UU Adminduk, Kemendagri Wacanakan Denda Kehilangan KTP-el untuk Tertib Administrasi

Revisi UU Adminduk, Kemendagri Wacanakan Denda Kehilangan KTP-el untuk Tertib Administrasi

April 20, 2026
Anggota DPR Dukung Kementerian ATR/BPN Tertibkan Tanah Terlantar dan Percepat Redistribusi untuk Rakyat

Anggota DPR Dukung Kementerian ATR/BPN Tertibkan Tanah Terlantar dan Percepat Redistribusi untuk Rakyat

November 27, 2025
Komisi II DPR: Sinergi Pemerintah Pusat – Daerah jadi Kunci Penyerapan APBN 2026

Komisi II DPR: Sinergi Pemerintah Pusat – Daerah jadi Kunci Penyerapan APBN 2026

Oktober 17, 2025

DPR RI Diminta Ikut Dorong Pembangunan kantor Gubernur Papua Tengah

Mei 4, 2025

Komisi II DPR RI dan Kemendagri Evaluasi Provinsi Papua Barat Daya

Mei 4, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?