
Jakarta, SatukanIndonesia.com –Untuk mewujudkan pola hidup toleransi dengan saling menghargai antar sesama pemeluk agama yang berbeda-beda dilingkungan Universitas Indonesia, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema, “Pembangunan Rumah-Rumah Ibadah di PerguruanTinggi”.
Pelaksanaan seminar yang digagas oleh Alumni UI yang terwadahi melalui ILUNI UI itu dilakukan secara Live, pada hari Sabtu, 5/3/2022, mulai pukul 09:00 WIB – 13:00 WIB, diharapkan supaya pimpinan Universitas Indonesia menyediakan rumah – rumah ibadah bagi semua pemeluk agama di Indonesia tanpa terkecuali.
Penyelenggara seminar menghadirkan Menteri Agama, Rektor Universitas Indonesia (UI) danrector perguruan tinggi lainnya yang telah terlebih dahulu menyediakan rumah-rumah ibadah dikampusnya.
“Pembangunan sarana rumah ibadah pada perguruan tinggi dimaksudkan sebagai sarana komunikasi antara sesama mahasiswa dan pendidikan karakter mahasiswa dalam pembangunan bangsa Indonesia yang pluralis”, kata Ketua Iluni UI Andre Rahadian, SH.LLM., Msc., mewakili panitia dan penyelenggra pada acara pembukaan Seminar secara live, Sabtu, 5/3/2022.
Menteri Agama,Yaqut Cholil Qoumas tampil sebagai pembicara utama dan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro S.E ., M.A., Ph.D, tampil memberikan sambutan dalam pembukaan sekaligus paparan mewakili UI dilanjutkan dengan para narasumber dan penanggap yang dipandu Christiningrum sebagai moderator.
Mewakili kampus yang telah terlebih dahulu mendirikan rumah-rumah ibadah dikampusnya sekaligus narasumber terdiri dari Rektor Universitas Pancasila, Prof Edi ToetHendratno, SH,MSi, Rektor UNS, Prof.Dr.JamalWiwoho,S.H., M.Hum., Wakil Rektor 3 IPDN, Dr.Drs.Ismail Nurdin .MSi.
Sementara narasumber yang membahas tentang urgensinya pembangunan rumah-rumah ibadah pada perguruan tinggi di Indonesia, panitia menghadirkan pembicara yaitu, Prof. Ir.Gunawan Arsitek Perencana UI, Dir.Eks Wahid Foundation , Mujtaba Hamdi, Dir.Eks Leimena Institute, Matius Ho sebagai penanggap, Dr. Teddy Prasetyono mewakili Dosen Katolik UI, Prof. Sunaryo selaku Guru Besar Teknik Perkapalan UI, mewakili Dosen Agama Kristen Protestan UI, Dr. Mettasari mewakili Dosen Agama Budha UI, Dr. Made Supartha mewakili Dosen Agama Hindu UI, Mulyadi ,Spd ,MaG., mewakili Dosen Agama Kong Hu Cu UI, Achmad Solechan mewakili Dosen Agama Islam UI, Bayu Satria Utomo BEM UI sebagai penanggap.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam paparannya menyampaikan pembangunan rumah ibadah merupakan manifesto pewujudan prinsip hidup toleransi dalam berbangsa dan bernegara yang secara terberi Indonesia merupkan Negara yang pluralis yang terdiri dari beberapa agama.
“Toleransi bukan hanya menghargai perbedaan, tetapi memhami sumber perbedaan – perbedaan yang pluralis, sehingga pembangunan rumah ibadah merupakan manifesto dari toleransi”, ujar Yaqut Cholil Qoumas.
Menteri Agama mengakui, pelaksnaan seminar yang membahas dan mendiskusikan tentang hakikat toleransi dengan menghargai setiap perbedaan merupakan bahagian dari pewujudan dari tahun 2022 sebagai tahun Toleransi.
Gus Yaqut panggilan akrab terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, berpesan kepada pemerintah daerah, agar dalam pemberian izin dalam pendirian rumah – rumah ibadah tidak berlaku diskriminatif dan tidak mempersulit pendirian rumah ibadah di daerah masing-masing.
Substansi yang sama mengenai pentingnya pewujudan hidup toleransi dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia yang terdiri dari berbagai agama yang diawali dari perguruan tinggi disampaikan Prof. Ari Kuncoro.
Menurut Rektor UI itu, menyediakan Rumah ibadah merupakan amanat penting dan mendasar untuk mewujudkan visi-misi UI sebagai Perguruan Tinggi.
“Saya menyambut baik acara ini sebagai sarana untuk meningkatkan sumber daya manusia dan pembangunan karakter yang berwawasan kebangsaan dilingkungan civitasakademik Universitas Indonesia, setelah presiden Jokowi mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun Toleransi,’ ujar Prof. Kuncoro.
Rektor UI mengakui pembangunan rumah-rumah ibadah di Kampus UI merupakan kebutuhan untuk memfasilitasi mahasiswa UI saat ini yang berjumlah sekitar 46 (empat puluh enam) ribu lebih mahasiswa dalam negeri ditambah dengan sekitar 16 (enam belas ribu) lebih mahasiswa luar negeri.
“Adanya rumah ibadah di Kampus untuk menjalankan ajaran keagamaan sesuai dengan ajaran agama masing-masing sesuai dengan Misi UI yang diatur dalam PP 75 tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia,” tutur Rektor UI.
Paparan Rektor UI, Prof. Kuncoro mengacu pada Pasal 2 PP Nomor 75 Tahun 2021 Tentang Statuta UI, mengatur UI memiliki misi: a. menyediakan akses yang luas dan adil, serta menyelenggarakan/mengelola pendidikan dan pengajaran yang berkualitas; b. menyelenggarakan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dan tantangan nasional serta global; c. menciptakan lulusan yang berintelektualitas tinggi, memiliki kecerdasan emosi yang baik, berbudi pekerti luhur, dan mampu bersaing secara global, yang memiliki pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam semangat kebangsaan; dan d. menciptakan iklim akademik yang mampu mendukung perwujudan visi UI.
Bayu Satria Utomo selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), mendukung dan setuju pembangunan rumah-rumah ibadah di Kampus UI karena merupakan kebutuhan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan spritualitas mahasiswa,
sekaligus upaya untuk mendekatkan sesama mahasiswa dari yang jauh menjadi saling dekat dalam membangun kohesikebangsaan.
“Membangun rumah ibadah sesuai dengan kebutuhan dalam membangun kohesikebangsaan dalam mewujudkan toleransi”, ujar Bayu selaku penaggap pada bagian terakhir seminar itu.
Dipenghujung acara, Nixon Sipahutar mewakili penggagas sekaligus ketua Panitia menyampaikan harapannya pihak Rektorat dan Pimpinan Universitas Indonesia dapat menindaklanjuti dan mewujudkan pembangunan rumah-rumah ibadah di lingkungan kampus Universitas Indonesia tanpa terkecuali.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua nara sumber, serta pihak yang telah berpartisipasi dalam seminar ini, serta berharap pembangunan rumah-rumah ibadah dapat terwujud di lingkungan kampus UI sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,” ujar Nixon Sipahutar alumni FH UI itu. (01/SIM)












