
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Guna mewujudkan swasembada pangan, Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII Kasuari menargetkan 40 hektare areal persawahan di provinsi Papua Barat dapat berproduksi maksimal.
Areal persawahan tersebut tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Manokwari sebanyak 20 hektare, kabupaten Fakfak 15 hektare, dan kabupaten Teluk Bintuni kurang lebih 5 hektare.
Demikian hal ini disampaikan Panglima Kodam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu saat penanaman Padi perdana di kampung Bowisubur, kabupaten Manokwari, Kamis (27/02/2025).
“TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya bisa dimaksimalkan,”katanya.
Ia menjelaskan, Tertata Republik Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) diberikan tanggung jawab oleh pemerintah pusat, untuk mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan di seluruh wilayah termasuk Papua Barat.
Optimalisasi pemanfaatan 40 hektare areal persawahan tidak hanya mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah, tapi menjadikan Papua Barat sebagai daerah lumbung padi.
“Kalau 40 hektare ini semua ditanami padi, maka dampak sosial ekonominya sangat signifikan,”kata Jimmy.
Meski demikian, kata dia, keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan dukungan sumber daya petani di tiga kabupaten, teknologi pertanian modern, kelancaran irigasi, dan ketersediaan pupuk.
Dicecar mengenai strategi yang diterapkan dalam mengatasi permasalahan jumlah petani, ia mengemukakan, Kondam XVIII Kasuari akan melibatkan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) sambil mendata kebutuhan peralatan.
“Babinsa akan memberikan pendampingan ke para petani. Kalau soal kebutuhan peralatan, kami data lalu ajukan ke Kementerian Pertanian,”jelas Jimmy.
Menurut dia, penggunaan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang semakin mandiri, berkelanjutan, dan berkualitas.
Kodam Kasuari bersama pemerintah provinsi dan kabupaten setempat akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program dimaksud, sehingga membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
“Supaya hasil panen petani semakin banyak tapi juga berkualitas, supaya bisa bersaing dengan pasar dan harga jual tidak boleh membuat petani rugi,”pungkasnya. [GRW]













