
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bakal memasuki masa pensiun pada akhir November 2021. Presiden Jokowi pun telah menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai penggantinya.
Pergantian Panglima TNI juga diikuti isu reshuffle kabinet. Hadi Tjahjanto dikabarkan akan masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Baca Juga: Komisi II DPR Ingin Jadwal Pemilu Segera Ditetapkan

Terkait hal ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pihaknya belum bisa memastikan apakah Hadi ikut masuk dalam rencana reshuffle kabinet Jokowi. “Itu tunggu saja waktunya, kita belum bisa memberikan jawaban,” kata Moeldoko di kantornya, Jumat (5/11/2021). Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakat Kebijakan Fiskal 2022 Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Menurut Moeldoko, Hadi tidak perlu terburu-buru ikut serta dalam reshuffle kabinet. Moeldoko mencotohkan saat dirinya memilih istirahat terlebih dahulu usai pensiun dari jabatan Panglima TNI.Waktu istirahat itu, kata Moeldoko, dapat dimanfaatkan Hadi untuk bercengkrama dengan keluarga.
“Karena seperti saya dulu 2,5 tahun waktu istirahat dan itu cukup nyaman bagi siapa pun. Setelah bertugas mengemban tugas kurang lebih saya 35 tahun punya kesempatan 2,5 tahun betul-betul saat berarti bagi keluarga, bagi saya sendiri, menikmati waktu yang ada itu,” katanya. Baca Juga: Politikus Demokrat: Hasto Sekjen PDIP Pandai Menjilat

Menurut Moledoko, setelah pensiun dari jabatannya, Hadi dapat lebih memaksimalkan waktu dengan keluarga dan menikmati masa istirahat setelah puluhan tahun mengemban tugas sebagai prajurit TNI.
“Jadi tidak harus habis pensiun mendapatkan jabatan baru dan seterusnya. Saya pikir apa yang saya rasakan itu sangat menarik bisa menikmati sesuatu yang berbeda selama dua setengah tahun,” katanya.(Nal/SI)













