
Surabaya, Satukanindonesia.com – Setelah melalui proses seleksi yang berlangsung beberapa bulan, akhirnya Komisioner (anggota) Komisi Penyiaran Provinsi Jawa Timur Masa Jabatan 2025-2028 dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pelantikan ketujuh komisioner regulator penyiaran di Jawa Timur ini dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Jawa Timur, Jumat (3/7). Mereka dilantik berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.31/218013/2015
Ketujuh Komisioner ini terdiri dari 2 petahana dan 5 wajah baru. Kedua petahana tersebut adalah Royin Fauziana dan Malik Setyawan. Royin Fauziana adalah Komisioner Masa Jabatan 2021-2024 dan perpanjangannya. Dalam periode ini, Royin merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan. Sementara Malik Setyawan adalah Komisioner Masa Jabatan 2016-2019 dan perpanjangannya yang selama ini menggawangi Bidang Isi Siaran.
Sementara lima lainnya adalah Aan Hariono, Fitratus Sakinah, Khoirul Huda, dan Yunus Aligafi dan Rosnindar Priyo Eko Rahardjo. Aan Hariono, Khoirul Huda dan Rosnindar Priyo Eko Rahadjo berlatar belakang jurnalis, Sementara Fitratus berlatar belakang hukum. Yunus Aligafi memiliki pengalaman di bidang kepemiluan.
Kepada ketujuh komisioner tersebut dalam pidato sambutannya, Gubernur Jawa Timur mengajak mereka untuk menjadi Super Team. Menurutnya tugas dan tanggung jawab yang diemban haruslah didasarkan pada semangat kebersamaan dan kolaboratif. Tanpa adanya hal tersebut dengan jangkauan wilayah yang cukup luas tugas tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik.
“Saya meminta untuk njenengan semua yang dilantik menjadi Super Team. Karena dengan kebersamaan dan kolaborasi semua akan diatasi dengan baik. Jaga kekompakan dalam setiap langkah. Kuatkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak terkait dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ungkap gubernur wanita pertama Jawa Timur yang dikenal dengan semangat IKI (Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi).
Senada dengan Khofifah, Ketua KPI Pusat Ubaidilah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur seraya memohon agar pendampingan yang telah dilakukan oleh Pemprov Jatim terus dilakukan. Menurutnya tanpa adanya pendampingan dan dukungan pemerintah provinsi, semua KPID termasuk di Jawa Timur tidak akan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Pada bagian lain, Gus Ubaid (Panggilan akrab Ketua KPI Pusat Ubaidilah) juga meminta Gubernur Jawa Timur untuk terus mendukung KPID Jatim dengan penguatan anggaran. Karena menurutnya, dengan anggaran yang kuat KPID Jatim akan lebih optimal dalam kekaryaan yang dikerjakan.
Sementara itu, terkait dengan formasi yang ada Ketua KPID Masa Jabatan 2021-2024 Immanuel Yosua menyatakan optimismenya bahwa formasi yang ada akan membawa KPID Jawa Timur lebih baik. Menurutnya dengan semangat seduluran khas Jawa Timur tantangan akan dapat dihadapi dan peluang dapat dioptimalkan. Menyitir ucapan Gubernur, Yosua yang juga Komisioner KPID Jatim sejak 2016 ini menyatakan bahwa kebersamaan yang dibangun akan memunculkan kreatifitas dan ketahanan bersama.
Pada bagian lain, Yosua juga meminta, “Saya nitip pesan kepada sedulur KPID Jatim Masa Jabatan 2025-2028 untuk senantiasa membersamai dan mendampingi kawan-kawan lembaga penyiaran di Jawa Timur yang sedang berjuang. Gelombang disrupsi media dan perjuangan menyesuaikan diri dengan konvergensi adalah perjuangan panjang yang harus dilalui sedulur penyiaran di Jawa Timur. Jangan biarkan para pejuang penyiaran ini berjuang sendiri.
Berdasarkan pantauan Satukanindonesia, acara ini dihadiri secara terbatas oleh sekitar 100 orang. Tampak diantaranya Asisten Sekdaprov Beni Sampirwanto, Kadis Kominfo Sherlita dan beberapa kepala OPD Pemprov Jatim lainnya. Hadir juga perwakilan Timsel KPID Jatim, PWI, ORI Perwakilan Jatim, Asosiasi lembaga penyiaran yang ada di Jatim, Perwakilan AJI Surabaya dan beberapa pemimpin redaksi media penyiaran yang ada di Surabaya. Tentu saja tampak hadir pula jajaran terkait Diskominfo Jatim dan keluarga anggota KPID Jatim yang dilantik. (Yosua)













