
JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Lama tidak kelihatan muncul ke publik, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mendadak ikut nimbrung menghujat Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Rizieq mendesak agar Jokowi ditangkap dan diadili. Rizieq menuduh Jokowi koruptor.
Pernyataan keras Habib Rizieq ini bagian dari dukungannya secara penuh terhadap tuntutan Forum Purnawirawan Jenderal TNI untuk memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan di kediaman Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Said Didu, Marwan Batubara, dan Mayjen (Purn) Soenarko.
Dalam pernyataannya, Habib Rizieq menambahkan satu poin tuntutan tambahan, yaitu agar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditangkap dan diadili.
“Saya mendukung 8 pernyataan tadi. Kalau saya tambahkan satu lagi yang kesembilan: tangkap dan adili Jokowi,”tegas Habib Rizieq siaran pers, yang dikutip media ini, Kamis (08/05/2025).
Habib Rizieq juga menyoroti, laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menempatkan Jokowi sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.
Ia mendesak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap Jokowi atas dasar laporan tersebut.
“Kalau sudah dikatakan ini orang paling korup di dunia, mestinya KPK tangkap itu Jokowi,”ujar Habib Rizieq dalam sebuah ceramah yang viral di media sosial.
Selain itu, Habib Rizieq menanggapi isu ijazah Jokowi yang diduga palsu.
Ia menilai, jika Jokowi sejak awal dapat menunjukkan ijazah aslinya, maka polemik tersebut tidak akan berkepanjangan.
“Kalau Jokowi sejak awal bisa menunjukkan ijazah aslinya maka selesai perkara,” kata Habib Rizieq.
Namun, karena hingga kini belum ada bukti yang meyakinkan, ia menilai bahwa masalah ini bisa menjadi urusan besar yang melibatkan banyak pihak.
Habib Rizieq juga mengkritik langkah Jokowi yang melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu.
Ia menegaskan, proses hukum terhadap pelapor seharusnya tidak dilakukan sebelum ada keputusan pengadilan yang menetapkan keaslian ijazah tersebut.
“Jangan sampai orang yang sedang mencari kebenaran malah dikriminalisasi sebelum kebenaran itu dibuktikan,”tegas Habib Rizieq.
Pernyataan Habib Rizieq ini menambah panas situasi politik nasional, terutama menjelang pelantikan pemerintahan baru.
Dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan purnawirawan TNI terhadap tuntutan pemakzulan Gibran dan penangkapan Jokowi menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan saat ini.
Pemerintah diharapkan dapat merespons tuntutan tersebut dengan bijak dan transparan untuk menjaga stabilitas politik dan kepercayaan publik. [**/GRW]













