• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Panglima TNI Sebut Patroli di Papua Akan Pakai Drone

Panglima TNI Sebut Patroli di Papua Akan Pakai Drone

Desember 5, 2023
Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

November 2, 2026
Matangkan Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Rp66 Miliar untuk Pelaksanaan dan Rp71 Miliar Bonus Atlet

Matangkan Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Rp66 Miliar untuk Pelaksanaan dan Rp71 Miliar Bonus Atlet

November 2, 2026
ADVERTISEMENT
Ketua Komite III DPD RI Dorong Penataan 172 Ribu Guru Non-ASN Prioritaskan Daerah 3T

Ketua Komite III DPD RI Dorong Penataan 172 Ribu Guru Non-ASN Prioritaskan Daerah 3T

November 2, 2026
Genjot Kepercayaan Publik, Irjen Pol Eddizon Isir : Polri Siap Terima Kritik

Genjot Kepercayaan Publik, Irjen Pol Eddizon Isir : Polri Siap Terima Kritik

November 2, 2026
Bupati Manokwari Tegaskan OPD Patuhi Aturan dan Hindari Kegiatan Fiktif

Bupati Manokwari Tegaskan OPD Patuhi Aturan dan Hindari Kegiatan Fiktif

November 2, 2026
Festival Film Hak Asasi Manusia Pasifik tentang Papua Barat di Fiji

Festival Film Hak Asasi Manusia Pasifik tentang Papua Barat di Fiji

November 2, 2026
Mafia Pangan Harus Dihentikan: Lindungi Rakyat, Jaga Wibawa Negara

Mafia Pangan Harus Dihentikan: Lindungi Rakyat, Jaga Wibawa Negara

November 2, 2026
Kapolri Larang Seluruh Anggota Polri Pakai Rokok Elektrik

Kapolri Larang Seluruh Anggota Polri Pakai Rokok Elektrik

November 2, 2026
Anggaran Beasiswa Nasional 2026 Meningkat, Filep Wamafma Dorong Prioritaskan Afirmasi bagi Papua

Anggaran Beasiswa Nasional 2026 Meningkat, Filep Wamafma Dorong Prioritaskan Afirmasi bagi Papua

November 2, 2026
Predikat Opini (WDP) Wajar Dengan Pengecualian akibat Laporan Keuangan, Pemerintah Kota Bandung Menyajikan Data dan Informasi yang tidak Memadai

Predikat Opini (WDP) Wajar Dengan Pengecualian akibat Laporan Keuangan, Pemerintah Kota Bandung Menyajikan Data dan Informasi yang tidak Memadai

November 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, November 2, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Panglima TNI Sebut Patroli di Papua Akan Pakai Drone

[Nasional]

Desember 5, 2023
in Nasional, News
0
0
SHARES
365
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/12/2023).(KOMPAS.com/Rahel)

Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa pihaknya turut memanfaatkan teknologi drone guna mengawasi situasi keamanan di wilayah Papua. Hal ini disampaikan Agus usai melakukan silaturahmi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Menurut Agus, dalam pembicaraannya dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ada dibahas bersama soal situasi dan keamanan, serta operasi di Papua. Dari perbincangannya dengan Kapolri, sambung dia, perlunya pengembangan dalam dua pola pendekatan permasalahan di Papua.

“Tentang Papua, kita harus menggunakan smart power, yaitu dengan pendekatan soft power dan hard power sebagai jalan terakhir,” ujar Agus di Jakarta, sebagaimana dilansir Republika.co.id.

Soft power merupakan pendekatan defensif atau bertahan, tapi aktif dalam sosialisasi kemanusiaan, dan pembangunan di Papua.

Agus menjelaskan, dalam soft power itu juga ada pengerahan intelijen teritorial sebagai antisipasi situasi di Papua. Adapun hard power merupakan respons keras dengan menggunakan sarana persenjataan dalam menghadapi situasi penyerangan.

“Hard power itu sebagai jalan terakhir. Seperti sekarang kita sudah diserang-serang (oleh kelompok separatisme) menggunakan senjata,” kata Agus.

Dalam dua pola tersebut, menurut Agus, perlu untuk pemanfaatan teknologi persenjataan yang dimiliki TNI-Polri. Di antaranya, dengan menggunakan pesawat tanpa awak untuk melakukan patroli maupun penetrasi situasi di Papua.

“Jadi untuk patroli itu, kita tidak lagi seperti dulu masuk ke pedalaman sampai 10, 20 kilometer dari titik terluar. Sekarang kita mulai menggunakan drone, kalau aman, baru kita (pasukan) masuk,” ujar eks KSAD tersebut.

Dia menjelaskan, pemanfaatan drone tersebut untuk meminimalisasi risiko jatuhnya korban dari pihak TNI maupun Polri yang selama ini kerap menjadi sasaran penyerangan kelompok separatisme yang bersembunyi di pedalaman Papua. “TNI akan mengoptimalisasi penggunaan drone ini, dengan menjadikannya satuan-satuan khusus drone,” kata Agus.

Selain untuk sistem persenjataan, sambung dia, pemanfaatan drone di Papua, juga bermanfaat untuk kegiatan lainnya. “Seperti untuk pencarian korban, maupun dalam penanganan-penanganan bencana alam,” ucap Agus.

Terkait situasi keamanan di Papua, sejak 23 November 2023, kelompok separatisme Papua Merdeka mengeklaim, melakukan pembunuhan terhadap 13 prajurit TNI maupun Polri. Para prajurit yang gugur tersebut terjadi saat melakukan operasi, maupun saat melawan serangan kelompok separatisme bersenjata.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (1/12/2023) menyampaikan, kontak tembak kelompoknya dengan pasukan TNI terakhir kali terjadi di Distrik Paro, Nduga pada Kamis (30/11/2023).

Dalam kontak senjata tersebut dua personel TNI tewas. Kontak tembak terjadi di Intan Jaya pada 23 November 2023. Sayap bersenjata OPM itu, mengeklaim telah menewaskan satu anggota, dan melukai dua personel Polri.

Pada 24 November 2023, separatisme bersenjata itu juga baku tembak dengan pasukan TNI di Boega, dan mengeklaim menewaskan lima militer Indonesia. Pada 25 November 2023, Sebby mengeklaim, TPNPB membunuh delapan personel TNI dalam kontak tembak di Nduga.

Dan terakhir, pada 30 November 2023, dua kontak tembak senjata terpisah di Nduga, dan di Maybrat menewaskan tiga TNI. “Sudah 13 tentara Indonesia yang ditembak mati oleh pasukan TPNPB sejak Kamis 23 November 2023,” kata Sebby. (***)

 

Komentar Facebook

Tags: droneJenderal Agus SubiyantoPanglima TNIPapuaPatroliSeparatisme
ShareTweetSend

Related Posts

253 Daerah Termasuk wilayah Papua Berpotensi Banjir

253 Daerah Termasuk wilayah Papua Berpotensi Banjir

Oktober 29, 2026
Demi Keadilan, Panglima TNI Didesak Usut Dugaan Penganiayaan Almarhum Pratu Andi Syarif Bugis

Demi Keadilan, Panglima TNI Didesak Usut Dugaan Penganiayaan Almarhum Pratu Andi Syarif Bugis

Oktober 19, 2026
Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Oktober 14, 2026

TPNPB Ditangani dengan Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial

September 27, 2026

KASAL Dampingi Panglima TNI Lepas Ribuan Peserta TNI RUN 2026

September 21, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?