• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Azis Syamsuddin Akan Jadi Ketua MPR?

Pimpinan DPR Mengaku Hanya Cek Acak Draft Final UU Ciptaker

Oktober 15, 2020
Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

April 19, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

April 19, 2026
ADVERTISEMENT
Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

April 19, 2026
Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

April 18, 2026
Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

April 18, 2026
Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

April 18, 2026
Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

April 18, 2026
DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

April 18, 2026
Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

April 18, 2026
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

April 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Pimpinan DPR Mengaku Hanya Cek Acak Draft Final UU Ciptaker

[Politik]

Oktober 15, 2020
in Politik
0
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin. (Foto: istimewa)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengaku tidak sempat mengecek secara keseluruhan naskah omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebelum dikirimkan ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Azis menyebut dirinya dan pimpinan DPR lain hanya mengecek secara acak (random) poin-poin dalam naskah UU Cipta Kerja yang berjumlah 812 halaman tersebut.

“Saya hanya cek secara random [UU Cipta Kerja]. Secara detail tidak mungkin untuk mengecek satu per satu, karena saya tidak ikut dalam pembahasan, dalam panja, dalam timus (tim perumus), dan timsin (tim sinkronisasi),” demikian pengakuan Azis dalam program Mata Najwa yang disiarkan langsung Trans 7, Rabu (14/10/2020) malam.

Dalam tayangan tersebut, tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab sempat mengonfirmasi Azis mengenai perbedaan halaman draf omnibus law Cipta Kerja yang beredar di publik pascarapat paripurna yang mengesahkannya jadi undang-undang pada Senin sore, 5 Oktober 2020.

Najwa kemudian mengklarifikasi kembali apakah sebelum menandatangani UU tersebut, Azis sempat membandingkan atau mengecek secara keseluruhan UU tersebut.

“Kalau membandingkan kan bagian panja (panitia kerja), di baleg (badan legislasi), bagian dari Kesetjenan di bidang keahlian dan pengkajian. Kita hanya mengecek secara administrasi sesuai prosedur atau tidak,” ungkap Azis.

Politikus Partai Golkar itu mengakui ketika itu dia memaraf UU tersebut hanya berdasarkan kepercayaan terhadap pimpinan Baleg yang membahas UU Cipta Kerja dan Sekretariat Jenderal DPR.

“Saya harus percaya apa yang dilakukan oleh teman-teman yang ada di Baleg, baik itu di tingkat rapat kerja, rapat panja , rapat tim perumus dan timsin,” jelas Azis.

“Dan berikut kesetjenan yang telah berikan suatu hasil. Itu harus saya beri kesempatan untuk saya percaya,” imbuhnya.

Najwa kemudian kembali mempertanyakan mengapa Azis meyakini jika tidak ada perubahan dari naskah UU Cipta Kerja versi 812 halaman dan 005 halaman.

“Kan tadi saya sampaikan di awal, saya sudah mendengar dan menanyakan ke Baleg. ‘Anda yakin enggak ada berubah? Enggak ada pasal selundupan?’ [Dijawab] enggak ada ketua’,” tutur Azis.

Sebagai informasi, pascarapat paripurna DPR pada awal pekan lalu itu, draf yang beredar berjumlah 905 halaman. Lalu, ada lagi draf dengan jumlah halaman 1.028. Atas dua draf tersebut, Baleg DPR sempat menyebut naskah yang beredar ke publik itu bukan yang asli karena omnibus law Ciptaker masih melewati perbaikan teknis.

Kemudian ada lagi draf dengan jumlah halaman 1.052, 1.035, serta 812 halaman.

Akhirnya, DPR pun memastikan draf yang sudah final dan dikrimkan pada Rabu (14/10/2020) ke Presiden RI Jokowi untuk ditandatangani, diberi nomor dan masuk lembar negara guna diperundangkan adalah yang berjumlah 812 halaman. Rinciannya, 488 halaman naskah undang-undang, sisanya bagian penjelasan.

Pengesahan omnibus law Ciptaker menjadi undang-undang sendiri mendapatkan resistensi cukup luas di kalangan rakyat yang kemudian melakukan aksi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta hingga saat ini.

Sementara itu, saat draf naskah UU Ciptaker masih terbilang misterius tersebut karena ada beberapa versi, polisi melakukan sejumlah penangkapan dengan tuduhan hoaks dan jeratan UU ITE.

Dalam acara Mata Najwa, saat ditanya dasar menetapkan itu hoaks, sementara naskah final UU Ciptaker masih membingungkan, Menkominfo Johnny G Plate menyatakan informasi yang disiarkan pemerintah mengenai Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja tak perlu dibantah lagi.

“Kalau pemerintah sudah bilang versi pemerintah itu (informasi) hoaks, ya dia hoaks. Kenapa membantah lagi?” kata pria yang juga Sekretaris Jenderal Partai NasDem tersebut semalam.

Dalam kesempatan itu, Johnny mengatakan jika Kemenkominfo telah mendapatkan 42 isu hoaks yang tersebar di 547 sebaran di lima platform digital. Rinciannya, 61 hoaks ditemukan di Facebook, 241 hoaks ditemukan di Instagram, 232 hoaks ditemukan di Twitter, 11 hoaks ditemukan di Youtube, dan 2 hoaks ditemukan di Tiktok. (**)

Sumber: CNN Indonesia

Komentar Facebook

Tags: DPRHoaxPolitikUU Cipta Kerja
ShareTweetSend

Related Posts

Demo Para Pencaker OAP di Kantor Gubernur Papua Barat Daya

DPR dan MRP di Tanah Papua Didesak Susun Perdasus CPNS bagi Orang Asli Papua

April 1, 2025
Sikapi Pro Kontra MBG, GMNI gelar Dialog dengan DPR dan Pemerintah

Sikapi Pro Kontra MBG, GMNI gelar Dialog dengan DPR dan Pemerintah

Maret 23, 2025
Lembaga Pemantau HAM Imparsial Nilai Revisi Undang Undang TNI Ancaman Baru bagi Demokrasi

Lembaga Pemantau HAM Imparsial Nilai Revisi Undang Undang TNI Ancaman Baru bagi Demokrasi

Maret 12, 2025

Ditengah Efesiensi Anggaran, Operasional Kementerian dan Lembaga Tetap Berjalan Normal

Februari 20, 2025

Penetapan dan Pengumuman Anggota DPR Otsus Papua Barat Ditunda

Januari 28, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?