• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pendapat Pengamat Terkait SKB 3 Menteri

Pendapat Pengamat Terkait SKB 3 Menteri

Februari 13, 2021
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

Juni 8, 2026
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Juni 8, 2026
ADVERTISEMENT
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Juni 8, 2026
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Juni 8, 2026
Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Juni 8, 2026
BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

Juni 8, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Juni 7, 2026
Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Juni 7, 2026
Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Juni 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Pendapat Pengamat Terkait SKB 3 Menteri

[Nasional]

Februari 13, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
116
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Dr. Devie Rahmawati

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang pakian seragam dan atribut sekolah merupakan semangat toleransi antaragama di lingkungan sekolah, dan cerminan dari sila ketiga Pancasila, hal ini diungkapkan oleh dosen dan pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, M. Hum.

Dosen dan Peneliti Tetap Program Vokasi Hubungan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan toleransi adalah upaya untuk memahami orang lain, salah satunya dengan tidak berkata dan tidak melakukan sesuatu kepada orang lain jika kita sendiri tidak nyaman bila orang lain mengatakan atau melakukannya kepada diri sendiri.

“Toleransi merupakan cerminan dari sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Masyarakat hendaknya paham bahwa manifestasi dari toleransi ialah penghormatan terhadap seluruh manusia tanpa terkecuali, tanpa adanya unsur pemaksaan seperti yang termuat dalam SKB 3 Menteri itu,” kata Devie, dilansir dari Antara, Sabtu (13/02/2021).

Dia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar. Di negara kepulauan ini, berbagai suku, agama, ras dan golongan dapat hidup damai, saling menghormati dan sepakat untuk bahumembahu membangun negeri.

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, bukan hanya menjadi kekayaan lokal Nusantara, tetapi kekayaan kemanusiaan. Tuhan yang menghadirkan perbedaan itu. Karena justru dengan perbedaan, saling melengkapi.

“Indonesia ialah pusaka peradaban. Dimana lagi, di dunia, ada masyarakat dalam jumlah sangat besar yang memiliki perbedaan dari mulai warna kulit, wilayah tinggal kepulauan, budaya, makanan, pakaian, nyanyian, tarian, keyakinan, hingga iklim dan cuaca berbeda, yang menyatu sebagai bangsa,” tutur penerima Australian Award tahun 2019 tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dengan adanya perbedaan yang bermacam-macam tersebut, hanya ada satu kekuatan yang mampu merekatkan seluruh perbedaan fisik, geografis, historis, dan sosiologis ini yaitu toleransi.

”Sebagai ilustrasi, apakah kita rela, bila kita ‘dipaksa’ melakukan sesuatu seperti menggunakan atribut yang merupakan milik keyakinan orang lain? Kalau jawaban-nya tidak, maka sudah seyogianya, kita tidak melakukan hal tersebut kepada orang lain juga,” ujar Devie.

Praktisi komunikasi itu mengatakan butuh kesabaran dan konsistensi untuk mengkomunikasikan filosofi dan praktik dari toleransi itu.

Karena itu, Devi menyarankan kepada pemerintah untuk menggandeng para tokoh yang akan didengar oleh setiap kelompok di masyarakat untuk menyosialisasikan semangat dari SKB 3 Menteri itu.

“Para tokoh itu yang perlu diajak bicara terlebih dahulu tentang semangat dari SKB ini,” ucap Devie.

Menurutnya, peran tokoh-tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di setiap wilayah atau kelompok memang dibutuhkan karena karakter sosial masyarakat Indonesia yang hierarkis, antara patron dan klien.

Devie mengatakan patron adalah individu yang dianggap berada di puncak hierarki yang dihormati, diteladani, hingga diikuti oleh para klien, yakni para individu yang berada di posisi bawah dalam hierarki sosial.

Ketika para patron mendemonstrasikan suatu aksi, maka berpeluang besar diikuti oleh masyarakat luas, sebagai klien.

Lantas siapa saja para patron tersebut? Menurut Devie, para patron adalah mereka yang masuk dalam kategori “4 K” yaitu individu-individu yang memiliki pertama, kekuasaan (ketua rukun tetangga, lurah, kepala desa, hingga presiden). Kedua, adalah ketenaran (selebritas). Ketiga, kekayaan, dan keempat, kewibawaan (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat).

”Ketika para patron (panutan publik) itu menunjukkan sebuah perilaku, maka akan menimbulkan dampak ikutan (bandwagon effect). Ibarat lokomotif dan gerbong. Ketika lokomotif mengarah ke kanan, maka gerbong berpeluang mengikuti juga ke kanan,” kata dia.

Tugas pemerintah melakukan identifikasi tokoh publik yang masuk di antara kategori 4 K tersebut. Lalu dirangkul untuk dimohonkan menjelaskan kepada masyarakat tentang semangat dari SKB ini, tutur Devie. (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: PengamatSKBSKB 3 MenteriToleransi
ShareTweetSend

Related Posts

Pengamat dan DPR Dorong Evaluasi Rangkap Jabatan ASN sebagai Komisaris BUMN

Pengamat dan DPR Dorong Evaluasi Rangkap Jabatan ASN sebagai Komisaris BUMN

November 1, 2025
Pesan Harmonisasi Wawali Harris Bobihoe Dihadapan Jamaat Gereja Katolik Santo Yohanes II

Pesan Harmonisasi Wawali Harris Bobihoe Dihadapan Jamaat Gereja Katolik Santo Yohanes II

Oktober 26, 2025
Wali Kota Bekasi Resmikan Gereja Kristen Pasundan Seroja Sebagai Simbol Kota Harmonis

Wali Kota Bekasi Resmikan Gereja Kristen Pasundan Seroja Sebagai Simbol Kota Harmonis

Oktober 7, 2025

Anggota DPRD Jatim Yordan Batara-Goa Ajak Tokoh Agama Jadi Agen Moderasi Beragama

September 11, 2025

SKB 3 Menteri Tentang Seragam Sekolah Dibatalkan MA

Mei 7, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?