• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ricuh Demo Tolak UU TNI Di Grahadi Jurnalis Beritajatim  dan Polisi Jadi Korban

Ricuh Demo Tolak UU TNI Di Grahadi Jurnalis Beritajatim  dan Polisi Jadi Korban

Maret 25, 2025
Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Minyak Dunia, BBM Subsidi Dipastikan Tetap

Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Minyak Dunia, BBM Subsidi Dipastikan Tetap

Agustus 5, 2026
Darurat Militer dan Kemanusiaan, Presiden RI Didesak Hentikan Pengiriman Militer

Darurat Militer dan Kemanusiaan, Presiden RI Didesak Hentikan Pengiriman Militer

Agustus 5, 2026
ADVERTISEMENT
Selain Proteksi Tanah Adat, Komisi XIII DPR RI ‘Buka Suara’ terkait Illegal Logging di PBD

Selain Proteksi Tanah Adat, Komisi XIII DPR RI ‘Buka Suara’ terkait Illegal Logging di PBD

Agustus 5, 2026
Korupsi DPR PBD Harus Diterapkan Pasal TPPU, Kapolda Diminta Tegak Lurus

Korupsi DPR PBD Harus Diterapkan Pasal TPPU, Kapolda Diminta Tegak Lurus

Agustus 5, 2026
STOP’ Jadi Penonton, Saatnya Generasi Papua Kuasai Bisnis Tambang Profesional

STOP’ Jadi Penonton, Saatnya Generasi Papua Kuasai Bisnis Tambang Profesional

Agustus 5, 2026
KAPP Diminta Berperan Aktif Membuka Akses Pasar bagi UMKM

KAPP Diminta Berperan Aktif Membuka Akses Pasar bagi UMKM

Agustus 5, 2026
Menteri ESDM RI Mendorong Orang Daerah ‘Jadi Tuan di Negeri Sendiri’

Menteri ESDM RI Mendorong Orang Daerah ‘Jadi Tuan di Negeri Sendiri’

Agustus 5, 2026
Rakor Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Teken Komitmen Bersama dengan KPK dan ATR/BPN

Rakor Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Teken Komitmen Bersama dengan KPK dan ATR/BPN

Agustus 4, 2026
Antisipasi Musim Kemarau, Wali Kota Bekasi Lepas 11 Armada Water Trucking untuk Warga

Antisipasi Musim Kemarau, Wali Kota Bekasi Lepas 11 Armada Water Trucking untuk Warga

Agustus 4, 2026
*Wali Kota Serukan Peningkatkan Kinerja, Perkuat Sinergi dan Beri Apresiasi Berbagai Prestasi dimoment Apel Pagi”

*Wali Kota Serukan Peningkatkan Kinerja, Perkuat Sinergi dan Beri Apresiasi Berbagai Prestasi dimoment Apel Pagi”

Agustus 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Ricuh Demo Tolak UU TNI Di Grahadi Jurnalis Beritajatim  dan Polisi Jadi Korban

Maret 25, 2025
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
43
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: Demo menolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi sesaat sebelum ricuh//FOTO: Istimewa

SURABAYA, SATUKANINDONESIA.Com – Sebagaimana demonstrasi penolakan UU TNI  yang memakan korban, demo penolakan UU TNI yang digelar di Gedung Grahadi Gubernur Jawa Timur, Senin (24/3) juga memakan korban. Kali ini korbannya jurnalis beritajatim.com dan 15 orang polisi.

Berdasarkan pantauan sejumlah jurnalis di lapangan, jurnalis beritajatim, Rama Indra mengalami beberapa luka akibat digebuk oleh aparat kepolisian yang bertugas. Beberapa luka yang diderita jurnalis berusia 24 tahun tersebut diantaranya di pelipis kanan, kepala dan bibir bagian atas kanan.

Sebagaimana dilansir media asal Rama, jurnalis muda ini awalnya melakukan tugas peliputan di sisi Jalan Pemuda, Surabaya di mana terjadi bentrok antara aparat keamanan dan pendemo. Massa aksi yang terus dipukul mundur sampai ke depan Delta Plaza. Posisi Rama saat itu berdiri di belakang barisan anggota Dalmas dan Brimob yang sedang berseberangan dengan massa aksi.

Sekitar Pukul 18.30 an WIB Rama yang melakukan peliputan sejak siang melihat lima hingga enam aparat memuku dan mengeroyok pendemo hingga tersungkur. Sebagai seorang jurnalis dengan spontan ia merekam kejadian tersebut dengan kamera handphonenya.

Lalu, tiga hingga empat orang polisi menghampirinya. Mereka meminta Rama untuk menghapus rekaman video di ponselnya sembari memukul kepalanya.

“Ada tiga sampai empat orang polisi berseragam barikade dan tidak berseragam menghampiri saya dan memaksa menghapus rekaman video itu sambil memukul kepala saya serta menyeret,” kata Rama.  Saat itu, Rama sudah mengalungkan ID pers sebagai identitas bahwa dirinya adalah media. Dia juga sudah mengatakan dirinya adalah reporter Beritajatim.com.

“Namun, kelompok polisi saat itu tidak menghiraukan dan mereka ini berteriak suruh hapus video pemukulan. Merebut handphone saya, dan masih berteriak memanggil rekan polisi lain, bahkan handphone saya diancam akan dibanting. Kepala saya dipukul dengan tangan kosong, kayu,” terangnya.

Beruntung saat itu ada jurnalis Kumparan dan Detik.Com yang melihat kejadian itu lalu berupaya menyelamatkan Rama dari amukan aparat keamanan yang gagal menghapus video di handphone Rama karena terkunci. Saking emosinya jurnalis detik.com sempat membentak aparat yang membabi buta.

Tampik Kekerasan  Sampaikan 15 Polisi Terluka

 Yang menarik, Ketika dikonfirmasi sejumlah awak media terkait peristiwa yang terjadi , Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina  Shanty Dewi membantah adanya kekerasan dan intevensi kepada jurnalis dalam peristiwa tersebut. Ia justru menyatakan ada 15 anggota polisi yang terluka dalam pengamanan dari demo yang berlangsung ricuh tersebut.

“Ada 15 orang anggota polisi terluka. 5 orang dirawat intensif di rumah sakit  sedangkan yang sepuluh rawat jalan,” ungkap Rina yang menjabat Kasi Humas Polrestabes Surabaya Akhir Oktober 2024 lalu.

Sebagaimana diketahui, demo penolakan UU TNI di depan grahadi tersebut berlangsung ricuh. Demo yang diawali sekitar Pkl 13.00 WIB ini awalnya berlangsung tertib massa berkumpul di tengah jalan depan Gedung Negara Grahadi yang telah dilindungi dengan kawat berduri di luar pagar dan 2 water canon di dalam halaman gedung tersebut.

Kurang diketahui dengan jelas awal mula kericuhan, Namun dari hasil rekaman video, kericuhan terjadi Ketika siraman air dari water canon polisi disambut dengan lembaran dari pendemo. Peristiwa ini terjadi sekitar Pkl. 17.00 WIB. Terdapat upaya merusak kawat berduri yang dipasang disertai dengan lemparan berbagai benda diantaranya botol, batu, bahkan petasan dan kembang api.  \

Buntut dari peristiwa ini, pihak aparat keamanan melakukan pengejaran terhadap pendemo dan mengamankan sekitar 25 orang, Dalam proses ini beberapa jurnalis mengeluh kesulitan mengambil gambar karena tidak diperbolehkan.(Yos/*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Demo Tolak UU TNIJurnalis Beritajatimpenolakan UU TNIPolisi Jadi KorbanRama IndraRicuh Demo Tolak UU TNIricuh tolak UU TNIuu tni
ShareTweetSend

Related Posts

UU TNI Tak Hanya Berubah Tiga Pasal Tapi Lebih

UU TNI Tak Hanya Berubah Tiga Pasal Tapi Lebih

Juli 7, 2025
Perkuat Pertahanan Negara, Undang Undang Tentara Nasional Indonesia Direvisi

Perkuat Pertahanan Negara, Undang Undang Tentara Nasional Indonesia Direvisi

Maret 17, 2025
Adanya Diskriminasi Batas Usia Pensiun Bintara & Tamtama TNI Dengan Anggota Polri, Sejumlah Purnawirawan TNI Uji Materi UU TNI

Adanya Diskriminasi Batas Usia Pensiun Bintara & Tamtama TNI Dengan Anggota Polri, Sejumlah Purnawirawan TNI Uji Materi UU TNI

Februari 10, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?