• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Usulkan Bentuk Tim Gabungan Tangani Pengungsi

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Usulkan Bentuk Tim Gabungan Tangani Pengungsi

Januari 25, 2025
Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Juli 20, 2026
DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

Juli 20, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Juli 20, 2026
Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Juli 20, 2026
Mukhtarudin: Terus Terang, Saya Sudah Gregetan Sama Kasus TPPO

Mukhtarudin: Terus Terang, Saya Sudah Gregetan Sama Kasus TPPO

Juli 20, 2026
Final Piala Dunia 2026 Rekor Baru: Messi Pecahkan Catatan Lawas, Yamal Ikut Cetak Sejarah

Final Piala Dunia 2026 Rekor Baru: Messi Pecahkan Catatan Lawas, Yamal Ikut Cetak Sejarah

Juli 20, 2026
Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Senin, 20 Juli 2026 Diguyur Hujan Ringan

Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Senin, 20 Juli 2026 Diguyur Hujan Ringan

Juli 20, 2026
LPS Pastikan Seluruh Persiapan Program Penjaminan Polis untuk Lindungi Nasabah

LPS Pastikan Seluruh Persiapan Program Penjaminan Polis untuk Lindungi Nasabah

Juli 20, 2026
KADIN: Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Putar Ekonomi Nasional Rp5,03 Triliun

KADIN: Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Putar Ekonomi Nasional Rp5,03 Triliun

Juli 20, 2026
Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat : Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat : Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Juli 19, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Usulkan Bentuk Tim Gabungan Tangani Pengungsi

[Daerah]

Januari 25, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
152
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Warga Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan saat mengungsi di hutan//ISTIMEWA

JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Kondisi warga sipil yang mengungsi ke hutan di Distrik Oksop, kabupaten Pegunungan Bintang, provinsi Papua Pegunungan mengenaskan.

Bahkan warga lima kampung di distrik di Oksop yang mengungsi terkesan kehilangan para pemimpinnya, sehingga perlu segera dibentuk tim gabungan menangani masalah itu.

“Saat ini yang terlihat adalah saling tuding informasi apakah hoaks atau valid terkait persoalan pengungsi di Oksop. Saya mengusulkan dibentuk tim gabungan yang melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, Komnas HAM, pihak gereja, LSM, pegiat HAM, dan kalangan media,”ujar Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem melalui siaran pers yang diterima media ini, Jumat (24/01/2025).

ADVERTISEMENT
FOTO : Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem (kiri)//ISTIMEWA

Theo mengatakan, saat ini para pengungsi dari lima kampung di Oksop merasa kehilangan pemimpinnya. Pemerintah daerah tidak serius menangani warganya yang mengungsi.

Lanjut Thoe, Pemkab Pegunungan Bintang serius menangani karena karena mereka juga warga negara. Begitu pula negara juga wajib memperhatikan, dan melindungi warga negara yang mengalami penderitaan.

“Warga sipil di Oksop tidak bisa dipandang sebagai kelompok Organisasi Papua Merdeka, (OPM) atau separatis, sehingga mereka tidak dibantu. Para pengungsi itu adalah warga sipil yang tinggal dan menetap di lima kampung di Oksop yang punya hak menerima perlindungan dan perhatian negara,”kata Theo.

Warga sipil yang mengungsi perlu dilindungi dan dipenuhi kebutuhannya, termasuk makan dan minum, rasa nyaman, pelayanan kesehatan. Mereka juga harus hidup bebas, nyaman, dan aman dari ancaman apapun.

“Saya yakin dan percaya, masyarakat lima kampung itu sungguh merasa kehilangan pemimpin di daerah. Sejak mengungsi hingga sampai saat ini, tak ada pemimpin yang mengunjungi dan melihat kondisi mereka di pengungsian, termasuk masalah makan minum dan kesehatannya,”ujar Theo.

Theo menuding, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan Majelis Rakyat Papua Pegunungan tidak bisa melihat dengan kacamata terang terhadap persoalan warganya, sehingga tak ada yang peduli mengurus mereka.

Pemprov dan MRP Papua Pegunungan gagal memperhatikan warganya yang tengah mengungsi, bisa saja karena Oksop dianggap daerah konflik sehingga perlu dibentuk tim independen melakukan investigasi.

“Tim itu harus melakukan pemantauan langsung di tempat pengungsian, agar melihat langsung kondisi warga. Kehadiran tim ini penting guna membuktikan informasi yang simpang siur. Apakah benar ada pengungsian atau tidak,”ujar Theo.

Menurut Theo, keberadaan tim itu penting sehingga tidak muncul saling tuding di media dan perlu sikap dewasa semua pihak. Pihak-pihak terkait tidak perlu ibarat bangun memagari diri di tengah penderitaan berbulan-bulan yang dialami masyarakat Oksop.

“Sebagai warga negara siapa saja atau pihak manapun punya hak mengeluarkan pendapat di muka umum melalui media. Masing-masing pihak tentu melihat kenyataan yang sedang dialami masyarakat Oksop sebagai bagian warga negara,”imbuhnya.

Menurutnya, setelah tim menunaikan tugasnya, hasilnya disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM). Langkah ini penting agar pemerintah pusat tahu kondisi sebenarnya.

“Tim ini difasilitasi oleh pemerintah. Tim ini bisa langsung bertemu warga pengungsi, bicara dari hati ke hati apa yang mereka hadapi dan inginkan. Keinginan dan harapan itu yang jadi rekomendasi kepada pemerintah untuk diambil jalan keluar atau solusi,”tukasnya. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Distrik Oksopkabupaten Pegunungan BintangKomnas HAMLSMpegiat HAMpemerintahpihak gerejaProvinsi Papua PegununganTNI-POLRIwarga mengungsi
ShareTweetSend

Related Posts

Anggota Komisi XIII DPR Kritik Alokasi Anggaran Komnas HAM, Tak Mencerminkan Mandat Negara

Anggota Komisi XIII DPR Kritik Alokasi Anggaran Komnas HAM, Tak Mencerminkan Mandat Negara

Juni 17, 2026
Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Mei 29, 2026
Pemerintah Dorong Pendidikan Papua lewat Revitalisasi Sekolah

Pemerintah Dorong Pendidikan Papua lewat Revitalisasi Sekolah

Mei 29, 2026

Komnas HAM Dorong Perguruan Tinggi dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS

Mei 18, 2026

Enam Kasus Pelanggaran HAM di Tanah Papua jadi Atensi

April 27, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?